JAKARTA - Sebagian besar rata-rata harga komoditas pangan di pasar tradisional terpantau mengalami lonjakan drastis pada hari Senin (17/8/2026), yang bersamaan dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kenaikan harga yang paling tajam terjadi pada kelompok komoditas cabai, bawang merah, serta bawang putih.
Berdasarkan paparan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia per Senin (17/8/2026) pukul 07.27 WIB, komoditas cabai rawit merah tercatat memegang posisi harga rata-rata tertinggi di antara ragam jenis cabai lainnya, yakni menyentuh angka Rp93.350 per kilogram atau mengalami lonjakan sebesar 53,92%.
Sementara itu, untuk komoditas cabai merah keriting dipasarkan dengan harga rata-rata senilai Rp65.850 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar 29,24%. Harga rata-rata jenis cabai merah besar pun turut meningkat sebesar 23,93% hingga mencapai Rp60.850 per kilogram, sedangkan komoditas cabai rawit hijau berada pada kisaran level Rp55.850 per kilogram atau naik 3,91%.
Pergerakan fluktuasi harga yang cukup mencolok turut melanda kelompok komoditas bawang. Rata-rata harga pasaran untuk bawang merah ukuran sedang tercatat mencapai Rp59.150 per kilogram atau melonjak hingga 50,13%. Di sisi lain, harga rata-rata bawang putih ukuran sedang berada di level Rp53.350 per kilogram atau mengalami peningkatan sebesar 31,4%.
Kenaikan harga secara merata juga terjadi pada berbagai variasi jenis beras. Komoditas beras kualitas bawah I terpantau seharga Rp16.150 per kilogram atau naik 9,12%, disusul oleh beras kualitas bawah II yang meningkat sebesar 4,78% menjadi Rp15.350 per kilogram. Selanjutnya, beras kualitas medium I berada pada level Rp17.600 per kilogram atau naik 6,99%, serta beras kualitas medium II mencapai harga Rp16.850 per kilogram atau naik 3,69%.
Berlanjut pada kelompok kategori beras kualitas super, harga beras kualitas super I tercatat sebesar Rp19.250 per kilogram atau mengalami peningkatan 8,76%. Sementara itu, untuk beras kualitas super II mengalami kenaikan sebesar 4,08% atau berada pada level harga Rp17.850 per kilogram.
Adapun komoditas yang berasal dari kelompok protein hewani turut menunjukkan tren pergerakan harga yang merangkak naik. Harga daging ayam ras segar tercatat berada di angka Rp50.000 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 23% atau bertambah Rp9.350 per kilogram.
Kemudian, harga rata-rata telur ayam ras segar juga ikut melonjak naik sebesar 24,24% menjadi Rp39.650 per kilogram. Sementara itu, komoditas daging sapi kualitas I berada pada level Rp161.650 per kilogram, mengalami peningkatan sebesar 6,98% atau sekitar Rp10.550 per kilogram. Sejalan dengan hal tersebut, harga daging sapi kualitas II tercatat berada di angka Rp156.650 per kilogram atau naik 10,2%.
Beralih ke kelompok komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium menyentuh angka Rp24.150 per kilogram atau naik 18,97%, sedangkan harga gula pasir lokal berada di level Rp20.000 per kilogram atau mengalami peningkatan 4,99%.
Kendati demikian, situasi yang berkebalikan justru terjadi pada komoditas minyak goreng curah yang justru mencatatkan penurunan harga. Rata-rata harga pasaran minyak goreng curah kini berada di level Rp19.000 per kilogram, turun sebesar 7,09% atau berkurang sekitar Rp1.450 per kilogram.
Meski demikian, harga komoditas minyak goreng kemasan bermerek terpantau kembali mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan bermerek 1 tercatat seharga Rp28.400 per kilogram atau meningkat 17,36%, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 2 berada di level Rp25.000 per kilogram atau naik 6,61%.