JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama seluruh pemangku kepentingan bertindak sigap menyalurkan 165,97 ton bantuan bagi masyarakat terdampak musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dukungan tersebut didistribusikan lewat pos pendukung logistik nasional Halim Perdanakusuma pada Selasa (18/8).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Rabu, menyatakan pengiriman bantuan via udara ini terbagi menjadi 12 sortie penerbangan, yang memadukan armada TNI AU, pesawat kargo, serta maskapai komersial untuk mencapai wilayah Maumere (MOF) dan Labuan Bajo (LBJ).
"BNPB menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) memimpin pengiriman 120 ton logistik melalui delapan sortie penerbangan utama, yang mengangkut perlengkapan seperti selimut, tenda, internet starlink, kasur lipat, hingga sembako," kata Berton dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Beragam jenis perlengkapan lain juga ikut disertakan dalam pengiriman tersebut, yaitu paket sembako, hygiene kit, matras, tenda keluarga, sarung, busana wanita, hingga penjernih air.
"Untuk mengantisipasi krisis komunikasi serta memastikan ketersediaan air bersih dan listrik di area terdampak bencana dan area pengungsian, rangkaian distribusi ini secara khusus menyertakan 20 unit perangkat internet satelit Starlink (gabungan Kementerian Pertahanan dan BNPB), satu unit motor viar penjernih air, serta 16 unit genset darurat," ucap Berton.
Seluruh bantuan itu diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana serta mencukupi kebutuhan mendesak penduduk terdampak gempa bumi di Provinsi NTT.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga melakukan inspeksi sekaligus mengevaluasi penanganan serta kebutuhan pemulihan pascagempa di Kabupaten Ende, NTT.
Mendagri menyatakan, dirinya akan memeriksa beberapa lokasi terdampak, termasuk kondisi prasarana hingga layanan dasar masyarakat. Dia juga akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait guna menjamin penanganan di lapangan berlangsung sesuai keperluan.
"Untuk bahan kami melakukan evaluasi dengan semua tim, dengan kementerian-kementerian, Kepala BNPB, jadi kami tahu titik mana yang memerlukan apa, mana yang rusak jalannya, otomatis Menteri PU (segera perbaiki)," kata Tito.
Tito juga menekankan masalah kelistrikan sebagai salah satu layanan pokok yang perlu segera dinormalkan. Saat memeriksa wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Mendagri menemukan masih ada kecamatan yang belum mendapatkan aliran listrik.
Selain memastikan infrastruktur serta layanan dasar kembali berfungsi, Mendagri menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas pada tahap awal penanganan bencana.