Calon Gubernur BI Pastikan QRIS Terus Ekspansi, Uang Tunai Tetap Dipertahankan

Calon Gubernur BI Pastikan QRIS Terus Ekspansi, Uang Tunai Tetap Dipertahankan

FINANSIALNEWS.COM — Bank Indonesia tidak akan mengendurkan upaya digitalisasi sistem pembayaran. Destry Damayanti, calon gubernur BI, menegaskan bahwa pengembangan QRIS akan terus digenjot untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang aman, efisien, dan inklusif.

Data per Juli 2026 menunjukkan pengguna QRIS telah mencapai 67,5 juta orang dengan jumlah merchant sebanyak 45,5 juta. Dari total tersebut, 96,7 persen di antaranya adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Prioritas Perlindungan Konsumen di Tengah Digitalisasi

Di balik pertumbuhan yang pesat, Destry menekankan pentingnya penguatan perlindungan konsumen dan pencegahan fraud. Mitigasi risiko kejahatan siber juga menjadi perhatian serius agar ekosistem digital tetap aman bagi masyarakat.

Langkah ini dinilai krusial mengingat volume transaksi digital yang kian besar, sehingga celah kejahatan finansial juga berpotensi meningkat. BI berkomitmen memastikan setiap transaksi berjalan lancar tanpa mengorbankan keamanan nasabah.

Nasib Uang Tunai di Tengah Gempuran Digital

Meski fokus pada digitalisasi, BI memastikan tidak akan meninggalkan masyarakat yang masih bergantung pada uang tunai. Destry menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan dan kualitas rupiah di seluruh wilayah Indonesia.

"Namun satu hal, digitalisasi tidak meninggalkan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai. Bank Indonesia akan tetap memastikan ketersediaan rupiah yang berkualitas dan layak edar di seluruh wilayah NKRI termasuk daerah 3T," ujarnya dalam fit and proper test di Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Pernyataan ini memberikan kepastian bagi masyarakat di pelosok negeri yang belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur digital. Pasokan uang tunai yang layak edar tetap menjadi jaring pengaman aktivitas ekonomi harian.

Strategi Dua Arah untuk Pertumbuhan Ekonomi

Kebijakan ini menunjukkan arah BI ke depan yang berjalan di dua jalur: mendorong inovasi digital sekaligus menjaga fungsi konvensional. Digitalisasi diposisikan sebagai alat percepatan, bukan pengganti total sistem pembayaran yang sudah berjalan.

Dengan pertumbuhan QRIS yang hampir dua kali lipat, ekosistem pembayaran nasional diprediksi semakin terintegrasi. Namun, jaminan terhadap layanan uang tunai memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam transisi ini.

Uji kelayakan yang dijalani Destry menjadi tahap penentu sebelum resmi memimpin bank sentral. Jika terpilih, ia mewarisi tantangan menjaga stabilitas moneter di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang menuntut adaptasi cepat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index