Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Sambut Peresmian LRT Manggarai

Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Sambut Peresmian LRT Manggarai
Trainset LRT Jakarta yang akan melayani rute Manggarai-Kelapa Gading di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memberlakukan skema rekayasa arus lalu lintas di kawasan sekitar Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, pada hari Rabu (26/8/2026). Kebijakan pengaturan tersebut diterapkan guna menunjang kelancaran jalannya agenda peresmian moda transportasi LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai.

Berdasarkan pengumuman resmi yang disiarkan lewat akun Instagram @dishubdkijakarta, rangkaian peresmian sarana angkutan umum berbasis rel tersebut dijadwalkan berlangsung pada rentang waktu pukul 09.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB. 

Kendati demikian, penyesuaian pengaturan lalu lintas yang bersifat situasional di ruas Jalan Minangkabau Timur telah dimulai lebih awal sejak pukul 07.00 WIB.

“Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan Peresmian LRT Jakarta (Jalur Kelapa Gading–Manggarai), Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut,” tulis Instagram @dishubdkijakarta, Rabu (26/8/2026).

Adapun rincian detail skema pengalihan arus lalu lintas yang dipersiapkan oleh pihak Dishub DKI Jakarta mencakup beberapa titik krusial berikut:

a. Arus kendaraan dari arah Selatan (Tebet) menuju Timur (Proklamasi): Kendaraan yang sebelumnya lazim melintasi ruas Jalan Minangkabau Timur dialihkan meluncur melalui Jalan Minangkabau Barat, masuk menuju Jalan Sultan Agung sisi selatan, kemudian melakukan putar balik (U-turn) di kawasan Pasar Rumput, untuk selanjutnya melintas di Jalan Sultan Agung sisi utara mengarah ke Jalan Tambak dan seterusnya.

b. Arus kendaraan dari arah Barat (Dukuh Atas) menuju Selatan (Tebet) atau Timur (Proklamasi): Pengendara diarahkan mengikuti jalur eksisting yang tersedia melalui Jalan Galunggung menuju Jalan Sultan Agung serta Jalan Tambak (berjalan lurus ke arah Proklamasi), atau mengambil jalur putar balik di depan RSIA Tambak guna mengarahkan laju kendaraan menuju ke wilayah Tebet.

c. Arus kendaraan dari arah Timur (Proklamasi) menuju Barat (Dukuh Atas): Tetap mempergunakan rute jalur eksisting melintasi Jalan Tambak, Jalan Dr. Saharjo, melakukan putar balik di depan Toba Tabo, sebelum akhirnya kembali melintas melewati Jalan Saharjo, Jalan Minangkabau Barat, hingga berakhir di Jalan Sultan Agung.

Pihak Dishub DKI menegaskan bahwa aksesibilitas jalur bagi warga lokal setempat serta aktivitas keluar-masuk perkantoran di sepanjang koridor Jalan Minangkabau Timur tetap dibuka secara fungsional namun terbatas selama masa berlangsungnya rekayasa lalu lintas.

Di samping itu, fasilitas area kantong parkir bagi para tamu undangan yang menghadiri acara seremoni telah dipusatkan secara terpusat di area pelataran parkir bagian belakang Pasaraya Manggarai.

Jajaran Dishub turut mengimbau para pengendara kendaraan bermotor agar mengantisipasi potensi kepadatan arus yang mungkin terjadi di sekitar koridor kawasan Manggarai selama jalannya acara seremoni peresmian.

“Bagi masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi kegiatan, diimbau untuk memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas yang berlaku, menyesuaikan rute perjalanan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran perjalanan bersama,” tulis Dishub.

Sebagai catatan informasi, peresmian operasional jalur koridor LRT Velodrome–Manggarai ini menandai rampungnya proyek mega infrastruktur senilai Rp12,1 triliun yang membentang melayani 11 stasiun lintas wilayah Jakarta Utara hingga Jakarta Selatan.

Rute koridor ini mencakup total 11 titik stasiun pemberhentian, yang terdiri atas:

Kelapa Gading Boulevard Utara

Summarecon Mall

Boulevard Selatan

Pulomas

Equestrian

Velodrome

Rawamangun

Pramuka

Matraman

Proklamasi

Manggarai

Memasuki tahap awal operasional hingga bulan Oktober 2026 mendatang, para penumpang bakal dikenakan tarif tiket promosi khusus berupa tarif datar (flat) senilai Rp5.000.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri saat ini tengah bersiap melanjutkan program ekspansi pembangunan kelanjutan rute Manggarai–Dukuh Atas dengan estimasi anggaran senilai Rp2,7 triliun, yang pendanaannya memanfaatkan skema instrumen obligasi daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index