SWID Targetkan Pendapatan Berulang Naik 50% Lewat Ekspansi Hotel

SWID Targetkan Pendapatan Berulang Naik 50% Lewat Ekspansi Hotel
PT Saraswanti Indoland Development Tbk. (SWID). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Saraswanti Indoland Development Tbk. (SWID) menaruh keyakinan tinggi bakal meraup tambahan pendapatan berulang hingga 50 persen setelah merampungkan langkah ekspansi berupa pembukaan hotel The Royal Alana Yogyakarta serta perluasan fasilitas ballroom INNSiDE by Melia.

Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk. (SWID), Bogat Agus Riyono memaparkan bahwa saat ini The Alana Yogyakarta telah dilengkapi fasilitas MICE berkapasitas mencapai 3.000 pax, dengan total ketersediaan kamar sebanyak 264 unit.

"Kami memperkirakan revenue gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana dapat meningkat hingga 50% dari revenue existing, sehingga menjadi salah satu sumber recurring income yang penting bagi Perseroan dan menjadi modal bagi SWID untuk terus tumbuh secara berkelanjutan," tulis Bogat lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu tanggal 26 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kehadiran The Royal Alana juga memberi peluang bagi perseroan untuk memaksimalkan integrasi antara sektor MICE dan penyediaan akomodasi, di mana sebelumnya sebagian kebutuhan kamarnya masih tertopang oleh penginapan di sekitar kawasan tersebut.

Bogat turut menambahkan bahwa kehadiran ballroom anyar di INNSiDE by Meliá akan mendongkrak kapasitas MICE secara signifikan, sehingga hotel mampu menyerap lebih banyak penyelenggaraan acara berskala besar.

Ia menaruh harapan besar bahwa peningkatan kegiatan MICE ini sanggup memacu tingkat okupansi, tarif rata-rata kamar, serta pendapatan hotel, sekaligus memperkokoh pendapatan berulang serta nilai portofolio perhotelan milik SWID.

Menilik laporan keuangan SWID per tanggal 30 Juni 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp60,81 miliar, yang menunjukkan koreksi 21,9 persen secara tahunan dibandingkan perolehan periode sebelumnya yang menyentuh Rp77,95 miliar.

Penyusutan angka pendapatan tersebut mayoritas disebabkan oleh performa penjualan unit apartemen serta vila yang turun dari angka Rp34,75 miliar pada semester pertama tahun 2025 menjadi Rp10,88 miliar di tahun berjalan ini, dengan beberapa proyek andalan seperti The Yudhistira serta Arjuna.

Di sisi lain, lini bisnis jasa perhotelan SWID justru mencatatkan tren positif berupa kenaikan pendapatan sebesar 15,5 persen, yakni dari Rp43,19 miliar pada semester I/2025 melesat menjadi Rp49,92 miliar di semester I/2026.

Sementara itu, besaran beban pokok pendapatan SWID terpantau mengalami pengikisan menjadi Rp22,55 miliar pada tahun ini dari posisi tahun lalu yang berada di angka Rp31,88 miliar, di mana The Alana Hotel Yogyakarta tercatat sebagai kontributor beban pendapatan terbesar hingga menyentuh Rp13,9 miliar.

Selisih positif antara total pendapatan usaha dan beban pokok pendapatan tersebut pada akhirnya menghasilkan perolehan laba bruto sebesar Rp38,24 miliar.

Kendati demikian, setelah dikalkulasikan kembali dengan potongan beban umum, administrasi, hingga kewajiban pajak, SWID tetap mampu mengamankan laba tahun berjalan senilai Rp6,64 miliar.

Kendati demikian, catatan laba bersih tersebut mengalami koreksi tajam hingga menyentuh 64,4 persen apabila dikomparasikan dengan capaian semester I/2025 yang sempat menembus angka Rp18,71 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index