IHSG Ditutup Melemah, Saham Perbankan Tetap Menguat

IHSG Ditutup Melemah, Saham Perbankan Tetap Menguat
Indeks harga saham gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Jumat (28/8/2026), di zona merah dengan pelemahan tipis. Kendati demikian, beberapa emiten di sektor perbankan terpantau masih sanggup mempertahankan tren kenaikan hingga penutupan sore.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah sebesar 0,06% dan parkir di level 6.518,12. Sepanjang jam perdagangan berlangsung, pergerakan indeks berada di rentang 6.495,74 hingga 6.566,90. 

Dari total keseluruhan konstituen, tercatat ada 290 saham yang mengalami penguatan, 348 saham menurun, serta 325 saham stagnan.

Menilik jajaran kelompok LQ45, laju penguatan harga saham terdepan dipimpin oleh PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang melesat 2,17% ke level Rp2.830. 

Posisi tersebut disusul oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang bertambah 1,89% menjadi Rp3.780, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang menguat 1,32% ke posisi Rp3.060.

Tren positif serupa juga dialami oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan kenaikan 1,27% ke Rp3.190, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) naik 1,23% ke Rp1.235, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bertambah 1,17% ke Rp6.475.

Sebaliknya, tekanan pelemahan terdalam dipimpin oleh PT Indosat Tbk. (ISAT) yang merosot 3,07% ke level Rp2.530, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang turun 2,63% ke Rp555, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang melemah 2,55% ke Rp1.340.

Kondisi serupa turut membayangi PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terkoreksi 2,06% ke Rp190, PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun 1,94% ke Rp24.000, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang melemah 1,81% ke angka Rp2.170.

Sebelumnya, Tim Analis MNC Sekuritas memandang bahwa dinamika IHSG masih mempunyai ruang gerak untuk menanjak usai indeks sukses menutup perdagangan di level 6.521,75 pada Kamis (27/8/2026). 

Kenaikan sebesar 1,81% kala itu juga dibarengi lonjakan volume aksi beli serta posisi IHSG yang konsisten bertahan di atas indikator MA20.

MNC Sekuritas mencatat bahwa posisi IHSG saat ini tengah berada dalam bagian wave iv dari wave (c). Potensi koreksi indeks diperkirakan berada pada kisaran area 6.290 sampai 6.394. Sementara itu, apabila tren penguatan kembali berlanjut, IHSG mempunyai kesempatan menguji level 6.666.

Perkiraan batas support IHSG diproyeksikan berada pada level 6.373 dan 6.272. Di sisi lain, area resistance dipetakan pada level 6.599 serta 6.705.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index