KAI Genjot Keselamatan 190 Perlintasan Kereta, 77 Persen Rampung

KAI Genjot Keselamatan 190 Perlintasan Kereta, 77 Persen Rampung

FINANSIALNEWS.COM — Perbaikan fasilitas di perlintasan sebidang ini mencakup pembangunan pos jaga, pemasangan rambu, pengadaan alat keselamatan, hingga perangkat komunikasi. KAI juga menyiapkan petugas penjaga pintu perlintasan baru yang kontraknya telah diteken pada 12 Agustus 2026. Setelah penandatanganan, mereka menjalani on job training serta pendidikan dan pelatihan secara bertahap.

Penanganan Berbeda di Setiap Titik

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama operasional kereta api. Menurut dia, setiap lokasi perlintasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya perlu dilakukan secara terukur dan efektif.

"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat," kata Bobby dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).

Dia mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang.

1.810 Perlintasan Jadi Fokus Perbaikan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memaparkan, total perlintasan sebidang di wilayah operasional KAI mencapai 3.674 titik. Rinciannya, 1.864 perlintasan dijaga, 907 perlintasan tidak dijaga, dan 903 perlintasan tidak terdata atau tidak dijaga.

Dari jumlah tersebut, KAI memfokuskan penanganan pada 1.810 perlintasan. Verifikasi telah dilakukan terhadap 1.638 titik dan hasilnya menetapkan 1.404 perlintasan sebagai target peningkatan keselamatan berdasarkan kondisi lapangan.

"Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Bobby.

Peran Masyarakat Kunci Cegah Kecelakaan

Anne mengingatkan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan bersama. Perilaku sederhana seperti berhenti sebelum melewati perlintasan, memastikan kondisi aman, dan mematuhi rambu lalu lintas dapat mencegah risiko kecelakaan.

"Pengguna jalan wajib berhenti sebelum melewati perlintasan, memastikan kondisi aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak menerobos apabila terdapat kereta api yang akan melintas," kata Anne.

Program 190 titik prioritas pada 2026 ini tersebar di berbagai wilayah operasi KAI. Selain pembangunan infrastruktur, KAI juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia penjaga pintu perlintasan sebagai garda terdepan keselamatan di lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index