Kemensetneg Usulkan Tambahan Anggaran Rp6,6 Triliun untuk Tahun 2027

Kemensetneg Usulkan Tambahan Anggaran Rp6,6 Triliun untuk Tahun 2027
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengajukan tambahan dana kepada DPR RI senilai Rp6,6 triliun guna tahun anggaran 2027 demi menunjang kelancaran tugas serta fungsi instansi tersebut.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengutarakan permohonan tambahan dana itu ketika menghadiri rapat kerja bersama Komisi XIII DPR bertempat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Senin.

"Kementerian Sekretariat Negara telah mengusulkan tambahan anggaran tahun 2027 ke Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas sebesar Rp6.626.605.349.000," ujar Wamensesneg Bambang.

"Dari tambahan anggaran yang telah diusulkan, Kementerian Sekretariat Negara baru mendapatkan tambahan alokasi pada pagu anggaran TA 2027 sebesar Rp2.861.378.000 dari sumber hibah luar negeri yang dialokasikan untuk kegiatan percepatan penanganan anak kerdil (stunting)," ujar Bambang menambahkan.

Bambang menuturkan bahwa sisa kekurangan anggaran masih berada di kisaran angka Rp6,623 triliun, seraya menaruh harapan agar pengajuan tambahan dana tersebut dapat direestui. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp6.623.743.971.

"Dengan masih terbatasnya perolehan pagu anggaran 2027, Kementerian Sekretariat Negara akan kembali mengusulkan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas agar dapat diperhitungkan dalam penetapan pagu alokasi anggaran TA 2027," imbuh dia.

Sebelumnya, Kemensetneg mengantongi pagu anggaran senilai Rp2.672.036.413.000, yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,40 persen apabila dikomparasikan terhadap alokasi anggaran tahun 2026.

Dia menjelaskan bahwa pagu dana tersebut difungsikan sebagai fondasi pembentukan rencana kerja anggaran kementerian menyongsong tahun 2027, yang peruntukannya dibagi ke dalam dua program utama.

"Program dukungan manajemen sebesar Rp2.438.790.024.000 yang di dalamnya sudah termasuk alokasi untuk kedua BLU yang bersumber dari PNBP sebesar Rp884.579.177.000," ujarnya.

Selain itu, program penyelenggaraan layanan kepada Presiden dan Wakil Presiden dengan alokasi sebesar Rp233.246.389.000 yang bersumber dari rupiah murni dan hibah luar negeri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index