JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa per tanggal 31 Agustus, tingkat penyerapan anggaran di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk tahun anggaran 2026 telah menyentuh angka Rp15,35 triliun.
"Hingga 31 Agustus 2026, realisasi anggaran mencapai Rp15,35 triliun atau 49,93 persen dari pagu efektif sebesar Rp30,74 triliun," ujar Dudy dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan penjelasannya, jika dikelompokkan dari kategori jenis belanja, serapan anggaran tersebut terbagi atas pos belanja pegawai senilai Rp4,95 triliun atau setara 73,89 persen, belanja barang sebesar Rp7,26 triliun atau mencapai 44,71 persen, serta pos belanja modal yang mencatatkan angka Rp3,14 triliun atau 40,26 persen.
Dudy menambahkan, menilik hasil kalkulasi proyeksi keuangan hingga penghujung tahun 2026, total penyerapan anggaran diperkirakan bakal merangkak naik hingga menyentuh kisaran Rp29,77 triliun atau merepresentasikan 96,84 persen dari total keseluruhan pagu efektif.
Di samping itu, meninjau sektor perolehan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi hingga penutupan 31 Agustus 2026 telah berhasil mengumpulkan angka Rp10,16 triliun atau memenuhi 85,26 persen dari target awal sebesar Rp11,91 triliun. Sepanjang tahun 2026 ini pula, perolehan PNBP diproyeksikan sanggup mendulang nominal sekitar Rp13,51 triliun atau melampaui target hingga 113,41 persen.
"Berdasarkan tren dari tahun 2022 hingga 2025, kinerja PNBP Kementerian Perhubungan telah menunjukkan peningkatan, dan kami akan terus menjaga penerimaan ini melalui optimalisasi layanan dan pengelolaan PNBP dan tetap memperhatikan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha," kata Dudy.
Sebagai catatan pembanding, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sebelumnya juga membeberkan bahwa total realisasi anggaran yang dibukukan Kemenhub sepanjang tahun 2025 lalu berhasil mencapai Rp28,68 triliun.
Merujuk pada rincian komponen belanja periode tersebut, penyerapan anggaran mencakup pos belanja pegawai sebesar Rp5,55 triliun dari total pagu Rp5,64 triliun atau merealisasikan 98,48 persen, alokasi belanja barang sejumlah Rp15,99 triliun dari pagu Rp16,82 triliun atau setara 95,08 persen, serta belanja modal senilai Rp7,14 triliun dari total pagu Rp9,81 triliun atau mencapai 72,75 persen.
Sementara itu, perolehan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2025 tercatat sebesar Rp4,74 triliun dari target Rp4,80 triliun atau merealisasikan 98,94 persen, disusul realisasi dari instrumen surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp1,92 triliun dari pagu Rp3,19 triliun atau berada di kisaran 49,01 persen.