AAUI Ungkap Alasan Rasio Klaim Asuransi Kredit Naik Jadi 99,6%

AAUI Ungkap Alasan Rasio Klaim Asuransi Kredit Naik Jadi 99,6%
Ketua Umum AAUI Budi Herawan. (Foto: NET)

JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa perolehan premi asuransi kredit pada sektor asuransi umum mengalami pertumbuhan sebesar 9,3% Year on Year (YoY), atau mencapai Rp 9,32 triliun hingga semester I-2026. 

Di sisi lain, nilai klaim asuransi kredit justru mengalami lonjakan sebesar 32,7% YoY yang membengkak menjadi Rp 9,28 triliun. Secara keseluruhan, besaran rasio klaim yang tercatat untuk produk asuransi kredit melonjak signifikan dari posisi 82,1% pada semester I-2025 menjadi 99,6% pada paruh pertama tahun 2026 ini.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menerangkan bahwa salah satu faktor utama pemicu kenaikan tersebut bersumber dari kemunculan klaim-klaim periode lampau. 

"Kemungkinan klaim itu terjadi dari klaim-klaim yang sebelumnya sehingga menyebabkan loss ratio-nya meningkat. Masih ada klaim forward dari yang lama," katanya dalam konferensi pers RDK OJK, Jumat (4/9/2026).

Menanggapi hal tersebut, Budi mengharapkan adanya perbaikan kinerja seiring penerapan berbagai ketentuan baru dalam POJK Nomor 20 Tahun 2023, yang salah satunya mengatur penyesuaian batasan jangka waktu perlindungan asuransi kredit. 

"Dalam POJK 20 Tahun 2023, adanya keterbatasan suatu termin atau sistem dalam waktu yang diberikan, tadinya 15 tahun sekarang 5 tahun. Seharusnya ada perbaikan. Sekarang juga tingkat premi yang disampaikan ke masyarakat memang angkanya yang sudah keluar itu dari perhitungan aktuarianya," tuturnya.

Di samping itu, Budi mengutarakan bahwa pihak asosiasi sedang merumuskan arah strategi bisnis asuransi kredit untuk tahun 2027 mendatang. Pasalnya, lini bisnis asuransi kredit nantinya tidak lagi dapat digeluti oleh perusahaan asuransi umum, sehingga para pelaku usaha harus beralih ke industri perusahaan penjaminan. 

"Hal itu yang menjadi pekerjaan rumah. Jadi, kami juga sedang memikirkan lagi, karena ada perusahaan asuransi umum yang memang spesialis memainkan asuransi kredit," ucap Budi.

Sebagai catatan tambahan, AAUI mencatat total perolehan premi industri asuransi umum secara keseluruhan menyentuh angka Rp 58,19 triliun pada semester I-2026, yang menunjukkan kontraksi sebesar 0,5% jika dikomparasikan dengan periode serupa tahun lalu. 

Sementara itu, akumulasi total klaim industri asuransi umum tercatat berada di kisaran Rp 27,36 triliun pada semester I-2026, atau mengalami peningkatan sebesar 29,2% apabila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index