MUI Imbau Masyarakat Taati Petunjuk Keselamatan Bencana Alam

MUI Imbau Masyarakat Taati Petunjuk Keselamatan Bencana Alam
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh [FOTO: NET].

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk memperketat kewaspadaan serta menaati semua arahan keselamatan dari instansi resmi guna menghadapi potensi ancaman bencana alam, salah satunya dinamika aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Terhadap bencana yang tidak bisa kami pilih ini, langkah yang harus kami ambil adalah respons yang tepat melalui pendekatan wiqa'i atau preventif, memanfaatkan ilmu pengetahuan serta sistem peringatan dini," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Asrorun Ni’am memaparkan bahwa musibah alam layaknya erupsi gunung berapi merupakan bagian dari hukum alam yang tidak dapat dikendalikan langsung oleh manusia. Maka dari itu, tingkat kesiapan diri beserta ketaatan pada prosedur mitigasi teknis menjadi kunci utama dalam meminimalkan potensi timbulnya korban jiwa.

Ia menuturkan bahwa letusan atau fenomena alam seperti gunung meletus merupakan bagian dari sunnatullah. Kendati demikian, ajaran Islam menuntun umatnya agar tidak sekadar bersikap pasrah tanpa adanya usaha. Manusia memiliki kewajiban untuk mempergunakan akal pikiran dan ilmu pengetahuan demi melindungi keselamatan jiwa.

Ni’am mengingatkan masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah rawan bencana, untuk senantiasa menyimak indikator ilmu pengetahuan serta pembaruan data resmi dari lembaga berwenang, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun Pos Pengamatan Gunung Api.

"Dengan penanda ilmu astronomi, informasi dari BMKG, dan early warning system, kami perlu berhati-hati. Kami harus paham mekanisme keselamatan dan pengamanan dini jika terjadi semburan atau erupsi," katanya. (Catatan: kata "kita" diubah menjadi "kami")

Di luar tindakan mitigasi secara teknis dan tingkat kewaspadaan pribadi, ia turut menggarisbawahi krusialnya respons sosial dari publik yang menetap di zona aman. Ni'am menyebut kehadiran masyarakat yang tidak terkena dampak secara langsung menjadi bentuk ujian tersendiri guna mengukur sejauh mana empati serta solidaritas sosial direalisasikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index