ACES Incar Pertumbuhan Penjualan Hingga 8% di Semester II/2026

ACES Incar Pertumbuhan Penjualan Hingga 8% di Semester II/2026
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) optimistis sanggup mempertahankan target pertumbuhan kinerja penjualan bersih pada kisaran 6%-8% di semester II/2026.

Direktur ACES Gregory S. Widjaja menganggap capaian pada semester I/2026 telah memberikan fondasi yang memadai guna menjaga laju pertumbuhan di semester II/2026. 

Di samping penambahan gerai, momentum penjualan pada kuartal penutup turut diharapkan menjadi pendorong. Kurun waktu tersebut secara historis menjadi salah satu puncak transaksi ritel seiring momentum Natal dan libur akhir tahun.

Ia pun menegaskan bahwa seluruh indikator operasional hingga Juni 2026 masih berada pada jalur target yang telah ditetapkan.

"Secara keseluruhan hasil kinerja kami masih sesuai dengan ekspektasi. Perseroan akan tetap mempertahankan guidance pada 2026 ini, pertumbuhan same store sales growth atau SSSG sebesar 2%-4% dan penjualan bersih 6%-8% hingga akhir tahun," ujarnya dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026).

Sampai semester I/2026, ACES sukses membukukan penjualan bersih mencapai Rp4,54 triliun, alias naik 6,3% dibanding rentang yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut ditopang oleh nilai SSSG yang positif beserta langkah ekspansi toko baru.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa kenaikan penjualan turut didorong oleh kondisi daya beli masyarakat yang relatif lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya. 

Meski begitu, tingkat konsumsi belum sepenuhnya pulih secara total dan masih diwarnai kecemasan konsumen yang tecermin dari kecenderungan penurunan consumer confidence index pasca-periode Lebaran.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor ACES terangkat 6,4% menjadi Rp2,15 triliun. Di saat yang sama, gross margin pada kuartal II/2026 menyentuh 48,5%, menguat dari posisi kuartal I/2026 dan kembali menuju rentang normal perseroan. Kenaikan margin ini disokong oleh penyesuaian harga bertahap pada beberapa kategori produk serta perubahan product mix.

Penyesuaian harga tersebut dieksekusi di tengah tekanan ekonomi makro, termasuk melemahnya rupiah atas mata uang global dan naiknya harga minyak dunia imbas dinamika geopolitik Amerika Serikat-Iran.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan operating core profit berkisar 7% secara tahunan. Ditambah dengan keuntungan kurs yang belum terealisasi pada semester I/2026, perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham melambung hingga 33%.

Guna menunjang pertumbuhan pada semester II/2026, ACES mempertahankan alokasi anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp400 miliar-Rp450 miliar. Akan tetapi, hingga semester I/2026, penyerapan capex baru menembus sekitar Rp91 miliar atau berkisar 20%-23% dari total anggaran tahun ini.

Rendahnya realisasi capex tersebut selaras dengan taktik perseroan yang memfokuskan pembukaan toko lebih banyak pada semester II/2026.

"Hal ini sejalan dengan rencana pembukaan toko yang lebih banyak pada semester II 2026," katanya.

Selama 2026, ACES mengincar pembukaan 25-30 toko baru AZKO. Selain itu, perseroan membidik penambahan 40-50 toko baru untuk merek Neka. Ekspansi ini diharapkan mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan penjualan perseroan pada paruh kedua tahun ini, di samping kontribusi dari gerai-gerai yang sudah beroperasi.

Akselerasi penyerapan capex serta pembukaan toko menjadi salah satu taktik utama ACES untuk mengamankan laju pertumbuhan hingga pengujung 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index