Danantara Rinci Jadwal Proyek Sampah Jadi Listrik Empat Wilayah Strategis

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:48:25 WIB
Danantara Rinci Jadwal Proyek Sampah Jadi Listrik Empat Wilayah Strategis

JAKARTA - PT Danantara Indonesia mengungkapkan rencana pelaksanaan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) secara bertahap pada Maret hingga Juni 2026. 

Proyek ini menjadi bagian dari program nasional jangka panjang yang diatur melalui Peraturan Presiden No. 109/2025, dengan masa kontrak hingga 30 tahun.

Dalam laporan bertajuk Addressing Future Waste Challenges, Danantara menekankan bahwa PSEL bukan sekadar program energi, melainkan langkah strategis untuk menghadapi tantangan sampah perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. 

Transformasi sampah menjadi listrik diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang menggabungkan keberlanjutan lingkungan dan energi terbarukan.

Empat Wilayah Awal Jadi Fokus PSEL

Pelaksanaan proyek PSEL akan dibagi dalam empat tahap utama. Tahap awal fokus pada empat wilayah yang dinilai paling siap, yakni Bekasi, Bogor Raya, Bali, dan Yogyakarta. 

Pemilihan wilayah ini didasarkan pada kesiapan infrastruktur, volume sampah, serta dukungan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran proyek.

Indikatif timeline yang dirilis Danantara menunjukkan bahwa proses seleksi daftar penyedia terpilih (DPT) dan penerbitan request for proposal (RFP) telah rampung pada Oktober hingga Desember 2025. 

Dari seleksi tersebut, sebanyak 24 perusahaan berhasil lulus kualifikasi DPT dan berhak mengikuti tender di wilayah yang siap, memastikan kompetisi yang sehat dan transparan.

Proses Tender dan Evaluasi

Memasuki Januari 2026, agenda utama adalah penyerahan proposal dari peserta tender (proposal submission), yang kemudian dievaluasi secara mendalam hingga Februari 2026. Penilaian menggunakan formula bobot seimbang: 50% teknis dan 50% finansial.

Komponen teknis mencakup keandalan teknologi dan kepatuhan lingkungan, sementara komponen finansial menilai struktur pendanaan perusahaan. Laporan Danantara menekankan bahwa harga terendah tidak otomatis menjadi pemenang; skor tertinggi akan ditentukan oleh kualitas teknologi dan keberlanjutan proyek.

Setelah pengumuman pemenang dan penunjukan mitra bisnis (BUPP PSEL) pada Februari 2026, proses akan dilanjutkan ke fase negosiasi terbatas dan pemenuhan dokumen hukum. Menurut laporan, “Konstruksi baru dapat dimulai setelah seluruh dokumen hukum dieksekusi.”

Tahapan Penandatanganan dan Konstruksi

Penandatanganan perjanjian penting dijadwalkan antara Maret hingga Mei 2026. Dokumen yang dimaksud meliputi Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero), perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah, serta kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dan operasi & pemeliharaan (O&M).

Tahapan ini memastikan setiap aspek hukum, teknis, dan finansial sudah siap sebelum konstruksi dimulai. Strategi bertahap ini juga memungkinkan pengawasan dan mitigasi risiko lebih baik, sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai target.

Standar Tinggi untuk Konsorsium Pelaksana

Danantara menetapkan standar tinggi bagi perusahaan atau konsorsium yang ingin mengelola PSEL. Secara finansial, calon pelaksana minimal memiliki aset Rp2,5 triliun per tahun dalam tiga tahun terakhir dan ekuitas di atas Rp700 miliar.

Secara teknis, perusahaan wajib memiliki pengalaman dalam mengoperasikan fasilitas waste-to-energy dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari. 

Hal ini memastikan bahwa teknologi yang digunakan telah teruji dan mampu memberikan dampak signifikan dalam transformasi pengelolaan sampah berkelanjutan.

Langkah ini mencerminkan keseriusan Danantara dalam memastikan proyek PSEL tidak hanya memenuhi target energi, tetapi juga standar lingkungan, keselamatan, dan operasional.

Sinergi Energi dan Lingkungan

Proyek PSEL dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan sampah dan produksi energi terbarukan. Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi tidak hanya mengurangi volume sampah di perkotaan, tetapi juga menambah pasokan listrik nasional secara berkelanjutan.

Dengan model ini, daerah yang menjadi lokasi proyek dapat menikmati manfaat ganda: pengurangan masalah lingkungan sekaligus penyediaan energi bersih. Danantara menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat agar proyek ini memberikan dampak maksimal.

Pentingnya Teknologi dan Keberlanjutan

Salah satu kunci keberhasilan proyek ini adalah pemilihan teknologi yang tepat. Evaluasi teknis yang dilakukan menekankan keandalan fasilitas waste-to-energy, efisiensi konversi sampah menjadi listrik, serta dampak lingkungan.

Selain itu, struktur finansial yang solid memastikan proyek dapat berjalan tanpa gangguan, dengan pendanaan yang stabil dan manajemen risiko terkontrol. Dengan kombinasi teknologi yang handal dan model bisnis berkelanjutan, PSEL diharapkan menjadi proyek percontohan nasional dalam pengelolaan sampah dan energi terbarukan.

Danantara Indonesia memulai tahun 2026 dengan langkah konkret dalam transformasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik. 

Dengan jadwal peletakan batu pertama yang bertahap dari Maret hingga Juni 2026, proyek ini menandai tonggak penting bagi sektor energi terbarukan dan pengelolaan sampah di Indonesia.

Fokus pada empat wilayah awal, standar tinggi bagi pelaksana, serta kombinasi evaluasi teknis dan finansial yang ketat memastikan bahwa proyek ini tidak hanya memenuhi target energi, tetapi juga menciptakan manfaat lingkungan dan sosial yang signifikan.

Terkini