Genjot Pembiayaan Konsumer, Bank Mega Syariah Andalkan Produk Emas

Senin, 20 Juli 2026 | 21:48:02 WIB
Strategi Bank Mega Syariah Pacu Pembiayaan Konsumer hingga Akhir 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Portofolio pembiayaan konsumer PT Bank Mega Syariah tercatat menyentuh angka Rp601 miliar hingga Juni 2026. Berbagai langkah strategis pun telah disiapkan untuk mengakselerasi pertumbuhan pembiayaan konsumer sampai penghujung tahun ini.

Hingga periode Juni 2026, perseroan mencatatkan kenaikan sebesar 17,7% secara tahunan (year on year/YoY) pada sektor pembiayaan konsumer menjadi Rp601 miliar.

“Segmen konsumer menjadi salah satu area yang terus kami perkuat. Pertumbuhan portofolio hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa produk pembiayaan Bank Mega Syariah semakin diterima masyarakat,” kata Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Salah satu produk yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah pembiayaan emas. Portofolio pembiayaan emas mencapai Rp42,6 miliar pada Juni 2026, atau melonjak hingga 1.715% dibandingkan posisi akhir 2025. Total logam mulia melalui skema pembiayaan emas mencapai 22,3 kilogram sepanjang periode Desember 2025 hingga Juni 2026.

Benadicto mengungkapkan, perseroan akan terus memacu pertumbuhan pembiayaan konsumer hingga akhir tahun melalui optimalisasi produk unggulan, penguatan kanal digital, serta perluasan akuisisi nasabah berbasis komunitas dan ekosistem. 

Fokus strategi akan tertuju pada produk dengan permintaan tinggi, termasuk pembiayaan emas, pembiayaan tanpa agunan, serta pembiayaan haji khusus.

“Kami juga akan memperkuat sinergi dengan jaringan cabang, meningkatkan kualitas proses akuisisi, serta mengoptimalkan kanal digital agar layanan pembiayaan semakin mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan nasabah,” tuturnya.

Meskipun agresif, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pihaknya terus memperkuat proses pemantauan portofolio, pengelolaan kualitas pembiayaan, serta strategi collection agar pertumbuhan bisnis konsumer tetap sehat dan berkelanjutan.

“Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas portofolio melalui pemantauan yang lebih disiplin, perbaikan proses, dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah,” pungkasnya.

Terkini