JAKARTA — Pertandingan matchday pertama Liga Champions 2026-2027 mempertemukan Real Madrid dengan Inter Milan di Stadion Santiago Bernabeu pada hari Selasa waktu setempat atau hari Rabu pukul 02.00 WIB.
Laga ini menjadi sorotan karena mempertemukan sang mantan pelatih, Jose Mourinho, yang kini menukangi Real Madrid, dengan anak asuhnya sendiri sewaktu meraih treble bersama Inter Milan pada tahun 2010 yang kini memegang kendali sebagai juru taktik Nerazzurri, Cristian Chivu.
Dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan, Chivu menyatakan bahwa melakoni laga di markas Real Madrid bukanlah perkara sepele.
Inter Milan tercatat belum pernah lagi meraih kemenangan di Santiago Bernabeu sejak terakhir kali unggul dua gol tanpa balas pada leg kedua perempat final Piala Champions tanggal 1 Maret 1967 silam.
“Bermain di Bernabeu tidak pernah mudah bagi siapa pun. Sudah 60 tahun sejak Inter menang di sini,” kata Chivu.
“Banyak tim yang kesulitan menang di sini. Kami akan melakukan yang terbaik, tetapi tanpa mengubah jati diri kami."
“Kami ingin mendominasi, kami ingin menunjukkan bahwa kami telah berkembang, dan tidak ada cara sempurna untuk menghadapi Real Madrid,” tambah juru taktik berkebangsaan Romania tersebut.
Bergeser ke kubu seberang, Jose Mourinho memilih untuk mengesampingkan hasil minor sebelumnya di ajang Liga Spanyol dan memusatkan perhatian penuh demi mengamankan kemenangan.
Pelatih berjuluk The Special One tersebut menegaskan bahwa prioritas utamanya bukanlah menampilkan permainan yang cantik, melainkan mengamankan hasil akhir yang paling optimal bagi tim asuhannya.
"Kami berada dalam fase di mana kami memainkan delapan pertandingan, dan tujuannya adalah untuk lolos, dan saya percaya kami akan berhasil," tutur Mourinho.
"Tetapi saya ingin menganggap pertandingan ini sebagai pertandingan tunggal dan bukan sebagai pertandingan yang akan kami mainkan tujuh kali lagi. Saya ingin menang," sambungnya.
Menyongsong duel bergengsi ini, Real Madrid diprediksi akan menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Thibaut Courtois mengawal lini pertahanan akhir yang didukung kuartet lini belakang Trent Alexander-Arnold, Ibrahima Konate, Dean Huijsen, dan Marc Cucurella.
Di sektor tengah, duet Federico Valverde dan Jude Bellingham beroperasi bersama gelandang serang Brahim Diaz, sementara penyerangan sayap diserahkan kepada Yan Diomande dan Vinicius Junior dengan Kylian Mbappe sebagai ujung tombak.
Di sisi lain, Inter Milan dipastikan mengandalkan formasi tiga bek tengah yang dihuni Yann Aurel Bisseck, Manuel Akanji, dan Alessandro Bastoni di depan penjaga gawang Josep Martínez.
Lini tengah Nerazzurri dikomandoi oleh Andy Diouf, Hakan Calhanoglu, Nicolo Barella, Piotr Zieli?ski, serta Carlos Augusto, sedangkan lini depan dipercayakan pada duet tajam Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito.
Menilik peta kekuatan kedua kesebelasan, sejumlah lembaga pengamat sepak bola memprediksi jalannya laga.
Whoscored memperkirakan Real Madrid menang tipis 2-1, CBS Sport menjagokan Los Blancos unggul 3-1, sementara Kompas.com memprediksi tuan rumah mengamankan kemenangan dengan skor 2-0.