Hasil Uji Coba B50 pada Kendaraan Isuzu Masih Berjalan Normal

Selasa, 21 Juli 2026 | 00:13:02 WIB
Begini Hasil Uji B50 di Kendaraan Isuzu, Pengujian Terus Berlanjut [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terpantau masih terus menjalankan rangkaian proses pengujian terkait pemanfaatan bahan bakar biodiesel B50 pada jajaran produk kendaraan buatannya. 

Sampai saat ini, catatan hasil uji coba memperlihatkan kinerja performa unit kendaraan masih berfungsi secara normal, kendati pihak perusahaan belum bisa menarik kesimpulan final mengenai implikasi dampaknya untuk rentang waktu jangka panjang.

Business Solution Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Anjar Rosjadi, mengemukakan bahwa agenda pengujian tersebut merupakan perwujudan konkret dari dukungan pihak Isuzu terhadap program kebijakan pemerintah di sektor pemanfaatan bahan bakar nabati.

"Terkait dengan B50 ini pastinya kami akan selalu mendukung kebijakan pemerintah terkait penggunaan bahan bakar non fosil dan kami dari Isuzu pastinya ketika mengembangkan kendaraan, kami juga sangat mempertimbangkan dengan bahan bakar yang digunakan," ujar Anjar di Karawang, Senin (20/7/2026).

Baca juga: Amankah Motor Listrik Dipakai Saat Hujan dan Banjir? Ini Penjelasan Bengkel

Uji Kendaraan dengan B50 Sebagai bentuk antisipasi, Isuzu telah melakukan pengujian terhadap kendaraan produksinya menggunakan biodiesel B50.

Hampir 600 Hari Program MBG Berjalan, Rentetan Persoalan Masih Jadi Catatan.

"Sebagai bentuk dukungan dan antisipasi kami, pastinya kami melakukan trial dan mencoba terkait dengan kendaraan-kendaraan yang kami produksi dalam menggunakan B50 itu sendiri," kata Anjar.

Menurut pandangannya, penerapan implementasi bahan bakar B50 masih menyisakan sejumlah tantangan tersendiri, khususnya yang berkaitan dengan kesiapan infrastruktur rantai pasok distribusi bahan bakar serta aspek operasional kendaraan komersial yang dioperasikan untuk melintasi rute perjalanan jarak jauh.

"Memang ada beberapa tantangan, termasuk operasional kendaraan itu sendiri. Harapan kami bahwa penerapan B50 itu sendiri secara distribusi dan persiapannya itu bisa melayani seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Lihat Foto Biodiesel B50(Dok. ESDM)

Pengguna Diminta Perhatikan Perawatan

Anjar memaparkan bahwa karakteristik fisik dari bahan bakar B50 memiliki perbedaan yang cukup mencolok apabila dikomparasikan terhadap jenis bahan bakar solar konvensional pada umumnya. Oleh karena itu, para pengguna kendaraan diimbau agar memberikan porsi perhatian yang jauh lebih teliti terhadap aspek perawatan secara berkala.

"Kemudian karakter dari B50 tentu sedikit berbeda dibanding dengan bahan bakar konvensional, tentunya perlu perhatian lebih khusus. Artinya harapan kami para pelanggan dapat memperoleh bahan bakar tersebut dari sumber terpercaya," kata Anjar.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa jenis bahan bakar biodiesel B50 mempunyai sifat yang cenderung lebih higroskopis atau memiliki daya serap air yang lebih tinggi, serta dibekali kemampuan daya bersih atau cleansing terhadap endapan yang jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan solar biasa.

"Lalu tadi karakter bahan bakar B50 yang saya sebut, mungkin teman-teman pernah baca di media, itu dia sifatnya (lebih) higroskopis dan kemampuan cleansing yang cukup tinggi. Perlu diantisipasi, diperhatikan kondisi perawatan berkalanya," ujarnya.

Baca juga: Amankah Motor Listrik Dipakai Saat Hujan dan Banjir? Ini Penjelasan Bengkel

Hasil Sementara Pengujian B50

Meskipun mempunyai karakteristik yang berbeda, torehan hasil pengujian internal yang dilakukan oleh pihak Isuzu sejauh ini menunjukkan bahwa unit-unit kendaraan yang diuji masih dapat beroperasi secara normal.

"Nah hasil tes dari Isuzu itu so far kendaraan yang dipakai masih berjalan dengan normal dan secara performa juga tidak ada perubahan yang signifikan," kata Anjar.

Meskipun demikian, pihak manajemen Isuzu tetap meneruskan agenda pengujian tersebut hingga batasan jarak tempuh kendaraan mencapai sejauh 60.000 kilometer guna memastikan secara presisi dampak penggunaan B50 dalam horizon jangka panjang.

"Namun kami tetap menyarankan pelanggan untuk tetap memperhatikan karena pengujian kami masih tetap berlangsung. Jadi kami tes itu sampai 60 ribu kilometer, tapi secara jangka panjang kami masih monitor impaknya seperti apa," ujar Anjar.

Terkini