JAKARTA - Kementerian Kebudayaan bersama InJourney dan PT Garuda Indonesia merapatkan barisan guna menggenjot sektor pariwisata berbasis kebudayaan lewat perluasan akses konektivitas penerbangan menuju pelbagai titik destinasi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa pemerataan akses jalur udara memegang peranan krusial dalam memaksimalkan potensi kekayaan budaya Nusantara agar kian memikat pelancong global, di samping program pemugaran situs sejarah yang tengah digalakkan.
"Berbagai upaya revitalisasi yang sedang kami lakukan di Borobudur, Prambanan, Plaosan, Sewu, hingga Muara Jambi perlu diiringi dengan penguatan konektivitas penerbangan. Dengan demikian, tidak hanya wisatawan domestik yang dapat menikmati warisan budaya kami, tetapi juga semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang sehingga budaya Indonesia semakin dikenal di tingkat dunia," kata Fadli dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa.
Ia turut mendorong penambahan frekuensi penerbangan internasional langsung ke berbagai sentra warisan budaya, termasuk wilayah Yogyakarta, Jambi, serta titik-titik strategis lainnya, demi memastikan ekosistem pariwisata dan kebudayaan bisa berkembang secara berkesinambungan.
"Kami berharap kerja sama bersama Garuda Indonesia, InJourney, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus meningkatkan devisa negara melalui sektor pariwisata," lanjutnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, menyatakan bahwa pihaknya tengah menelaah penataan rute penerbangan yang selaras dengan kebutuhan destinasi wisata budaya unggulan, yang mencakup optimalisasi armada serta penjajakan pembukaan jalur baru ke kawasan-kawasan prioritas.
"Kami melihat potensi besar pengembangan konektivitas menuju destinasi budaya Indonesia. Garuda Indonesia akan terus mengkaji peluang pembukaan rute, termasuk dari negara-negara dengan potensi wisatawan yang tinggi, agar akses menuju destinasi budaya semakin mudah dan mampu memberikan nilai tambah bagi pariwisata nasional,” ucap Glenny.
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), Maya Watono, menilai bahwa Yogyakarta mempunyai prospek cerah untuk menjelma sebagai gerbang utama pariwisata budaya nasional menyusul Bali, terlebih pascaberjalannya rangkaian revitalisasi aset pariwisata dan kebudayaan.
"Kolaborasi ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pariwisata berbasis budaya. Kami ingin menghadirkan ekosistem yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, memperkuat promosi destinasi Indonesia," katanya.
Sementara itu, Commercial Director Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, memaparkan bahwa maskapai pelat merah tersebut sedang merancang beragam skema guna memaksimalkan daya angkut penerbangan internasional, termasuk inisiatif pemanfaatan kursi kosong lewat penambahan penerbangan domestik tanpa biaya ekstra menuju kota-kota destinasi wisata melalui program free add on domestik guna mendongkrak angka kunjungan pelancong asing, memperpanjang durasi tinggal, serta memicu efek ganda bagi perekonomian nasional.