Jasa Raharja Raih Laba Bersih Konsolidasi Rp2,3 Triliun pada 2025

Rabu, 22 Juli 2026 | 23:36:02 WIB
Jasa Raharja Bukukan Laba Bersih Rp2,3 Triliun Sepanjang Tahun 2025 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Jasa Raharja (Persero) berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi senilai Rp2,3 triliun sepanjang tahun 2025, yang menunjukkan lonjakan sebesar 138,54 persen secara tahunan (year on year/yoy) apabila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang hanya membukukan angka sebesar Rp963,74 miliar.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa torehan positif tersebut merupakan wujud nyata dari konsistensi pihak perusahaan dalam mengimplementasikan transformasi bisnis, memperkokoh sistem tata kelola, sekaligus mengoptimalkan mutu pelayanan bagi publik.

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jasa Raharja dalam menjalankan transformasi perusahaan secara berkelanjutan," kata Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan bahwa pihak korporasi tidak sekadar memusatkan perhatian pada aspek ekspansi kinerja finansial semata, melainkan turut memastikan agar setiap lini langkah strategis mampu mendongkrak standar perlindungan dasar masyarakat, memperketat tata kelola perusahaan yang baik, serta memberikan nilai tambah yang signifikan bagi negara.

Sepanjang tahun buku 2025, total perolehan pendapatan asuransi Jasa Raharja menyentuh angka Rp8,17 triliun, yang mengalami kenaikan dari catatan tahun sebelumnya di posisi Rp7,49 triliun.

Lonjakan yang cukup kentara juga terjadi pada pos hasil jasa asuransi yang melompat naik hingga mencapai Rp1,95 triliun, sementara pos pendapatan investasi bertumbuh menjadi Rp1,4 triliun atau merepresentasikan peningkatan sekitar 73 persen jika dikomparasikan dengan tahun 2024.

Adapun besaran laba sebelum pajak turut mengalami kenaikan secara signifikan hingga menembus angka Rp2,57 triliun.

Ditinjau dari parameter fundamental perusahaan, total nilai aset konsolidasian terpantau meningkat ke level Rp20,63 triliun, dengan sokongan total ekuitas yang berhasil mencapai Rp12,62 triliun.

Berdasarkan penilaian pihak perusahaan, tren pertumbuhan tersebut merefleksikan kondisi ketahanan finansial yang semakin solid dalam menopang kesinambungan pelayanan kepada masyarakat luas.

Memasuki rentang periode waktu yang serupa, arus kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasional perusahaan tercatat berada di kisaran Rp1,74 triliun, atau mengalami eskalasi hampir menyentuh 115 persen dibandingkan torehan tahun sebelumnya.

Di samping itu, total penerimaan premi tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp6,87 triliun dengan mekanisme penyaluran pembayaran klaim yang tetap terjaga secara optimal dan terkendali.

Lebih lanjut, dokumen Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 telah resmi mendapatkan persetujuan serta pengesahan dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar pada hari Senin (20/7/2026).

Awaluddin memaparkan bahwa keberhasilan suatu korporasi tidak semata-mata diukur dari pencapaian indikator finansial belaka, melainkan juga dinilai dari sejauh mana kontribusi riil yang diberikan kepada masyarakat.

Menurut pandangannya, kesehatan performa keuangan harus senantiasa berjalan beriringan dengan komitmen peningkatan kualitas layanan publik.

Sepanjang tahun 2025, Jasa Raharja sukses merealisasikan alokasi anggaran program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) senilai Rp32,33 miliar.

Capaian tersebut turut diiringi oleh pelaksanaan berbagai inisiatif program pemberdayaan masyarakat, pembinaan sektor UMKM, serta ragam kegiatan sosial kemasyarakatan yang secara keseluruhan indikator kinerjanya sukses memenuhi target yang dipatok.

Berlanjut hingga paruh pertama bulan Juni 2026, pihak perusahaan juga tercatat telah menyalurkan dana santunan sebesar Rp1,61 triliun kepada total 74.934 korban musibah kecelakaan.

Dari keseluruhan akumulasi santunan tersebut, porsi pembayaran klaim bagi korban mengalami luka-luka yang disalurkan melalui mekanisme guarantee letter (GL) berhasil mencapai nominal Rp849 miliar, atau setara dengan porsi 99 persen dari total keseluruhan santunan korban luka-luka.

Pihak manajemen mencatat bahwa tingkat kecepatan pelayanan menunjukkan tren progresif positif hingga pertengahan Juni 2026, di mana rata-rata durasi waktu penyelesaian klaim santunan korban meninggal dunia tercatat hanya memakan waktu 1 hari 1 jam saja, yang turut ditopang oleh sinergi kemitraan strategis bersama 2.853 rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, pada aspek pencegahan kecelakaan, perusahaan telah sukses mengeksekusi sebanyak 4.366 program keselamatan transportasi sepanjang semester I tahun 2026, yang mencakup kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas, penguatan fasilitas infrastruktur, pelaksanaan operasi gabungan lintas instansi, riset pemetaan wilayah rawan kecelakaan, hingga pengembangan inovasi teknologi penunjang keselamatan.

Terkini