AGII Incar Pertumbuhan Permintaan Gas Industri pada Semester II-2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:12:31 WIB
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) menaruh optimisme tinggi bahwa permintaan gas industri bakal terus meningkat pada paruh kedua tahun 2026, didorong oleh penguatan aktivitas sektor manufaktur, berbagai proyek infrastruktur, serta program hilirisasi pemerintah. 

Demi menyambut peluang tersebut, perseroan memperluas jangkauan distribusinya dengan menjadikan Batam sebagai salah satu titik berat ekspansi.

Head of Corporate Communication & Government Relations Samator Group Hutami menyampaikan bahwa pencapaian rencana bisnis perseroan hingga paruh kedua 2026 tetap berjalan sesuai target. Hal ini tecermin dari kenaikan pendapatan serta efisiensi biaya yang konsisten dijalankan sepanjang tahun ini.

Menurut Hutami, langkah ekspansi tersebut dijalankan secara selektif dengan memperhitungkan jarak dekat dengan pelanggan serta perkembangan kawasan industri. 

"Salah satu fokus pengembangan kami saat ini adalah Batam yang memiliki peran strategis sebagai pusat manufaktur, logistik, dan investasi. Peresmian filling station terbaru di Batam merupakan bagian dari komitmen Samator untuk memperkuat infrastruktur distribusi serta memastikan keandalan pasokan gas industri," ujar Hutami, Selasa (4/8/2026).

Pihak Samator memandang prospek kebutuhan gas industri pada semester II-2026 masih memperlihatkan tren positif. Berdasarkan rekam jejak historis, paruh kedua selalu menjadi kurun waktu di mana kegiatan industri mengalami peningkatan dan realisasi proyek berjalan lebih cepat sejalan dengan pencairan anggaran pemerintah maupun penanaman modal swasta. Situasi ini diyakini mampu mendongkrak keperluan gas industri di berbagai lini sektor.

Manajemen memperkirakan bahwa sektor makanan dan minuman (food and beverage / F&B), semikonduktor, minyak dan gas (oil and gas), serta infrastruktur akan bertindak sebagai motor penggerak utama pertumbuhan serapan gas industri. 

Keempat bidang usaha tersebut dinilai terus berkembang pesat dan mempunyai volume kebutuhan gas yang masif dalam operasional harian mereka.

Guna menopang laju pertumbuhan itu, Samator berkomitmen untuk terus memperkokoh jaringan distribusi serta menjaga kestabilan pasokan gas industri agar sanggup memenuhi seluruh permintaan klien dari berbagai sektor.

Di sisi lain, kebutuhan akan gas medis tercatat telah memasuki fase yang jauh lebih mapan jika dibandingkan dengan masa pandemi Covid-19 lalu. 

Kendati demikian, perusahaan tetap mendapati adanya eskalasi permintaan seiring dengan bertambahnya jumlah rumah sakit, fasilitas klinik, laboratorium, serta tingginya tuntutan terhadap layanan kesehatan yang semakin modern. 

Tidak terbatas pada oksigen medis saja, Samator turut mencatat lonjakan kebutuhan atas nitrogen, nitrous oxide, karbon dioksida medis, hingga ragam gas khusus untuk kebutuhan laboratorium. 

Berdasarkan keterangan Hutami, penguatan infrastruktur kesehatan serta pemerataan layanan oleh pemerintah menjelma menjadi peluang jangka panjang yang sangat potensial bagi lini bisnis gas medis perseroan.

Sebagai catatan tambahan, PT Samator Indo Gas membukukan pencapaian laba yang amat mengesankan pada paruh pertama tahun 2026. 

Emiten yang berfokus pada sektor gas industri dan medis ini berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 65,2 miliar pada semester I-2026, yang meroket hingga 188,49% apabila dikomparasikan dengan kurun waktu yang sama pada tahun sebelumnya. 

Sebagai perbandingan, AGII sebelumnya mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sejumlah Rp 22,60 miliar pada semester I-2025.

Lonjakan perolehan laba AGII tersebut berjalan seiring dengan pencapaian pendapatan dari kontrak bersama pelanggan yang mengalami eskalasi sebesar 9,21% secara tahunan (year on year / yoy) dari angka Rp 1,41 triliun menjadi Rp 1,54 triliun hingga Juni 2026.

Pada rentang waktu yang serupa, AGII sukses meredam kenaikan beban pokok penjualan pada kisaran 5,67% (yoy) sehingga menjadi Rp 817,94 miliar. 

Keberhasilan ini sukses mendongkrak perolehan laba kotor AGII sebesar 12,77% (yoy), yakni dari posisi Rp 643,44 miliar melompat menjadi Rp 725,63 miliar sepanjang semester I-2026. Di samping itu, laba usaha AGII tercatat mendaki 23,10% (yoy) dari semula Rp 184,30 miliar menjadi Rp 226,88 miliar. 

Sementara itu, laba tahun berjalan AGII menorehkan lonjakan 178,55% (yoy) dari Rp 24,20 miliar menjadi Rp 67,41 miliar terhitung hingga akhir Juni 2026.

Lebih lanjut, AGII melaporkan pertumbuhan EBITDA di kisaran 10% hingga menyentuh angka Rp 452,5 miliar, disertai peningkatan marjin EBITDA dari level 29% menjadi 29,3%. 

Di sisi lain, adjusted EBITDA bertumbuh 13,7% (yoy) menjadi Rp 449,7 miliar setelah memperhitungkan pengecualian pos one-off bersih senilai Rp 2,7 miliar. Berbagai pencapaian gemilang ini mengantarkan AGII pada rekor perolehan EBITDA semester pertama tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan.

Terkini

Google Chrome Hapus Aplikasi Total pada Oktober 2028

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:28:01 WIB

Samsung Tindak Tegas Aplikasi TV Pintar Pembagi Koneksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:24:31 WIB

Bocoran Kamera Galaxy S27 Pro & Ultra Terungkap

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:23:02 WIB

Xbox 360 Segera Bisa Dimainkan di PC

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:21:31 WIB