Pendapatan BREN Naik 11,5 Persen, Kejar Kapasitas 1 GW

Pendapatan BREN Naik 11,5 Persen, Kejar Kapasitas 1 GW
PT Barito Renewables Energy Tbk (Foto: NET)

JAKARTA — PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mencatatkan lonjakan pendapatan dan laba dua digit sepanjang semester I/2026 seiring dengan pertumbuhan pasokan listrik dari sektor panas bumi dan angin.

Perusahaan energi baru terbarukan di bawah naungan Prajogo Pangestu tersebut menargetkan total kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi mampu melewati angka 1 gigawatt (GW) menjelang akhir 2026 lewat rampungnya sejumlah proyek strategis.

Chief Executive Officer (CEO) Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan menyampaikan bahwa pencapaian paruh pertama tahun ini ditopang oleh kestabilan sektor panas bumi, ketahanan pembangkitan listrik dari segmen angin, serta kesuksesan perseroan merampungkan proyek retrofit Wayang Windu pada awal tahun.

"Ke depan, kami akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek ekspansi yang telah direncanakan serta semakin memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia," ujar Hendra dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tanpa audit, BREN mengantongi pendapatan sejumlah US$334 juta pada semester I/2026, mengalami kenaikan 11,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) apabila disetarakan dengan US$300 juta pada kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.

Seirama dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, perolehan EBITDA turut menanjak 13,1% menjadi US$293 juta dari posisi awal US$259 juta pada semester I/2025. Di sisi lain, marjin EBITDA ikut terkerek ke level 87,6% dari sebelumnya 86,3%, yang memperlihatkan ketangguhan operasional serta efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis perseroan.

Lebih lanjut, laba bersih setelah pajak mengalami eskalasi sebesar 29% hingga menyentuh angka US$106 juta dari torehan US$82 juta pada semester I/2025. Sementara itu, porsi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut melambung 33,1% ke level US$87 juta dari US$65 juta.

"Peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan laba operasional serta penurunan beban keuangan sebagai hasil optimalisasi struktur permodalan yang terus dilakukan," tutur Hendra.

Dari sudut pandang operasional, BREN sukses menjaga stabilitas kinerja di seluruh portofolio panas buminya. Pasca menuntaskan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal I/2026, total kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi perseroan terdongkrak menjadi 926 megawatt (MW).

Saat ini, perseroan tengah meneruskan pembangunan proyek Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3, di mana seluruhnya berjalan sesuai target demi mengatrol kapasitas terpasang panas bumi hingga melampaui 1 GW pada akhir 2026.

Disamping menggenjot kapasitas operasional, perseroan secara konsisten terus memperbaiki struktur finansialnya. Hingga penghujung Juni 2026, akumulasi aset BREN terkerek 4,5% menjadi US$4,04 miliar dari US$3,87 miliar pada penutupan 2025. Total ekuitas ikut menanjak 7% ke angka US$945 juta, sedangkan total liabilitas bertambah 3,8% menjadi US$3,10 miliar.

Di samping itu, rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) menunjukkan perbaikan ke posisi 2,25 kali ketimbang 2,36 kali pada akhir 2025. Begitu pula dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt-to-equity ratio) yang menyusut ke level 1,73 kali dari angka sebelumnya 1,87 kali.

Menurut keterangan perseroan, pemulihan indikator keuangan tersebut semakin memantapkan fleksibilitas pendanaan guna merampungkan proyek-proyek ekspansi berjalan sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index