JAKARTA — PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) memutuskan membagikan dividen interim tahun buku 2026 dengan nilai Rp50 tiap saham. Total nilai tersebut diperkirakan menyentuh angka Rp1,003 triliun, sejalan dengan performa keuangan perseroan yang kokoh hingga penutupan semester I/2026.
Keputusan pembagian dividen interim itu telah disahkan melalui Keputusan Direksi pada 21 Juli 2026 serta mendapat lampu hijau dari Dewan Komisaris di hari yang sama.
Pihak perseroan mengemukakan bahwa estimasi total nilai dividen interim sebesar Rp1,003 triliun tersebut berlaku dengan asumsi jumlah saham penerima dividen tidak mengalami perubahan hingga tanggal pencatatan (recording date).
Melalui keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada Selasa, 4 Agustus 2026, manajemen menegaskan bahwa penyesuaian akan dilakukan apabila terdapat perubahan jumlah saham pada recording date yang berdampak pada total nilai dividen interim.
Aksi korporasi ini didukung penuh oleh kondisi finansial perseroan yang prima per 30 Juni 2026. Sepanjang paruh pertama tahun ini, AKRA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,43 triliun. Capaian tersebut mengalami lonjakan 21,25% secara tahunan (YoY) apabila disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,18 triliun.
Selain torehan laba bersih tersebut, saldo laba ditahan yang bebas penggunaannya tercatat senilai Rp10,57 triliun. Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga berada pada posisi yang kuat, yakni sebesar Rp12,96 triliun.
Dari sisi pendapatan usaha (top line), perseroan membukukan total pendapatan Rp30,84 triliun pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 44% YoY dari pencatatan periode sebelumnya yang berada di angka Rp21,41 triliun.
Kinerja positif AKRA ini salah satunya didorong oleh performa gemilang dari segmen kawasan industri. Segmen usaha tersebut sukses mengantongi laba sebelum pajak sebesar Rp346 miliar pada kuartal II-2026, yang mencatatkan pertumbuhan 48% secara tahunan serta melesat hingga 97% secara kuartalan.