BI-Pemkot Kendari Perluas QRIS Lewat Kuliner Sultra Maimo

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:41:30 WIB
Pimpinan KPw BI Sultra Edwin Permadi. (Foto: NET)

JAKARTA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari dan OJK memperluas pemanfaatan transaksi nontunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard, melalui ajang Festival Kuliner Sultra Maimo 2026.

Pimpinan KPw BI Sultra Edwin Permadi saat ditemui di Kendari, Rabu, menyatakan bahwa acara tersebut di samping guna memperluas transaksi nontunai juga dirancang sebagai wadah edukasi sistem pembayaran digital serta sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Melalui Sultra Maimo 2026, Bank Indonesia berkomitmen memperluas penggunaan pembayaran digital melalui QRIS, memperkuat perlindungan konsumen, serta meningkatkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada warga," kata Edwin Permadi.

Sosok tersebut mengungkapkan bahwa digitalisasi menjadi faktor kunci dalam mendongkrak efisiensi operasional sekaligus daya saing UMKM.

"Kegiatan ini untuk mendukung digitalisasi UMKM ini adalah proses bisnis, bagaimana nanti perbankan bisa bekerja sama, berkolaborasi bersama karena mereka semua ada di Kota Kendari," ujarnya.

Pada lokasi yang sama, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengutarakan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan menjadi langkah nyata guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah lewat penguatan UMKM.

"Dalam kegiatan ini memberikan banyak jenis benefit terutama pada daerah kami Kota Kendari dalam upaya tumbuh kembang perekonomian, ini kegiatan bukti nyata bahwa perbankan, FKIJK memberikan komitmen terus bersinergi dengan Pemkot Kendari dan juga Pemprov Sultra untuk membawa kemajuan dan nama besar daerah," ucap Siska.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala OJK Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha mengemukakan bahwa segenap industri jasa keuangan siap memberikan sokongan penuh terhadap percepatan digitalisasi serta peningkatan inklusi keuangan bagi para pelaku UMKM.

"Kami seluruh industri jasa keuangan baik perbankan, pusat pembiayaan termasuk bursa efek kami bersama-sama untuk mendorong digitalisasi UMKM dan tentunya meningkatkan inklusi keuangan di Provinsi Sultra," sebut Bismi.

Melalui kerja sama berkesinambungan antara pemda, BI, dan OJK, pelaksanaan Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 ini diharapkan mampu memperluas ekosistem digital secara signifikan di kawasan Sulawesi Tenggara.

Agenda yang berjalan hingga 9 Agustus itu diikuti sebanyak 50 pelaku UMKM yang mencakup 30 UMKM lokal Kota Kendari serta 20 UMKM asal berbagai daerah di nusantara.

Kehadiran para peserta dari luar wilayah dipandang sebagai momentum bagi pelaku usaha setempat untuk mendongkrak kualitas produk di samping memperlebar jangkauan pemasaran.

Di luar sektor UMKM, Sultra Maimo turut mengangkat isu ekonomi sirkular lewat edukasi penanganan sampah plastik yang mempunyai nilai ekonomis.

Terkini