Dampak El Nino, Kementerian PU Atasi Kekeringan di 492 Lokasi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 20:09:31 WIB
Kementerian PU terus memperkuat strategi penanganan kekeringan sebagai dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjamin bahwa Kementerian PU tengah menanggulangi 492 lokasi terdampak kekeringan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Ia menyampaikan, air menempati posisi sentral sebagai pijakan utama pembangunan berkelanjutan, sehingga langkah mitigasi kekeringan wajib dieksekusi secara cekatan, terarah, dan terintegrasi.

"Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Kementerian PU terus menggembleng strategi penyelesaian fenomena kekeringan akibat imbas fenomena El Nino di Tanah Air. Demi menjamin pasokan air untuk konsumsi publik maupun sektor agraris sepanjang musim kemarau, Kementerian PU melancarkan sederet aksi seperti penanganan darurat, tata kelola sumber daya air yang adaptif, hingga penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sampai dengan 5 Agustus 2026, Kementerian PU telah mengeksekusi penanganan kekeringan di 492 titik se-Indonesia, yang mencakup 105 lokasi persawahan demi menyelamatkan area sawah seluas 22.210 hektar (ha) serta 387 titik pemukiman guna menyuplai air bersih bagi 155.228 jiwa. Dari total 492 lokasi tersebut, sebanyak 442 titik telah rampung dikerjakan dan 50 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Pemetaan kawasan yang ditangani meliputi Pulau Sumatra sebanyak 31 lokasi guna menyelamatkan 177 ha sawah dan menyediakan air bersih untuk 3.368 jiwa, serta Pulau Jawa sebanyak 305 lokasi yang mencakup 12.875 ha area sawah dan pasokan air bersih bagi 125.540 jiwa.

Sementara itu, untuk wilayah Pulau Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara tercatat ada 81 lokasi dengan cakupan 801 ha sawah serta layanan air bersih bagi 15.900 jiwa. Adapun Pulau Sulawesi mencakup 49 lokasi dengan luasan 7.799 ha sawah dan suplai air bersih bagi 7.153 jiwa.

Kemudian untuk kawasan Pulau Maluku, Maluku Utara, hingga Papua terdaftar 10 lokasi penanganan dengan cakupan 618 ha sawah serta layanan air bersih untuk 3.267 jiwa.

Terkini