Rupiah Menguat Ditopang Cadangan Devisa RI yang Relatif Tangguh dan Stabil

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:58:31 WIB
Kurs rupiah terhadap dolar AS. (Foto: NET)

JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar AS ketika penutupan perdagangan Senin, bergerak menguat 87 poin atau 0,49 persen menjadi Rp17.810 per dolar AS apabila dibandingkan penutupan terdahulu pada level Rp17.897 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menuturkan apresiasi rupiah ditopang cadangan devisa (cadev) Indonesia yang relatif kuat.

"Rupiah masih mendapat dukungan dari kondisi cadangan devisa yang relatif kuat," ucapnya di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Tercatat, cadev Indonesia pada penghujung Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS, turun tipis dari 145,6 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Tingkat cadev yang masih tinggi dipandang memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) guna memelihara stabilitas kurs lewat intervensi di bursa valuta asing.

Namun, sambung dia, penurunan tersebut pun memperlihatkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih mesti dicermati.

Meninjau dari ranah global, rupiah memperoleh sentimen positif seiring indeks dolar AS berada di 99,6, terendah sejak permulaan Juni, seusai data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah mengerek antisipasi pelonggaran kebijakan moneter.

Dalam rentang waktu singkat, pasar disebut bakal memperhatikan data inflasi AS yang menjadi salah satu patokan krusial dalam membentuk ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada rapat September 2026.

"Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dapat kembali meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan mendorong penguatan dolar AS," ungkap Amru.

Dalam rentang waktu singkat, rupiah diprediksi masih berpotensi menguat secara terbatas dengan rentang Rp17.750-Rp17.900 per dolar AS.

Apabila inflasi AS tercatat lebih rendah daripada proyeksi pasar, ujar dia, ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed berpotensi naik, sehingga menekan dolar AS serta menghadirkan ruang bagi rupiah untuk menguat.

Terkini