JAKARTA - PT Bank DBS Indonesia mendapat mandat sebagai Joint Lead Underwriter dan Joint Bookrunner dalam penerbitan Obligasi Panda Pemerintah Indonesia senilai RMB7 miliar di pasar obligasi domestik Tiongkok.
Mandat tersebut menjadi yang pertama bagi DBS untuk penerbitan Obligasi Panda oleh emiten non bank asal Asia Tenggara.
Dalam transaksi tersebut, DBS menjadi satu-satunya bank asing yang ditunjuk selaku penjamin emisi utama (Joint Lead Underwriter). Penerbitan Obligasi Panda tersebut sekaligus menjadi penerbitan obligasi negara (sovereign bond) Indonesia pertama di pasar obligasi domestik Tiongkok.
President Director PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan dengan mengakses pasar obligasi Cina yang memiliki likuiditas tinggi, pihak kami mendukung Indonesia untuk memperluas akses kepada investor baru yang berbasis renminbi (RMB).
Menurutnya, keunggulan jaringan DBS yang unik dalam menghubungkan Asia Tenggara dan Cina terbukti menjadikan pihak kami sebagai jembatan keuangan yang strategis dalam memfasilitasi lebih banyak penerbit dari kawasan untuk memasuki pasar modal Negeri Panda.
"Sekaligus mendorong pembiayaan dan investasi regional, sehingga semakin memperkuat konektivitas keuangan di kawasan,” kata Lim dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
DBS bersama para Joint Lead Underwriter lainnya mendukung pemerintah melalui penyelenggaraan roadshow secara virtual maupun tatap muka, sekaligus berkoordinasi dengan lembaga pemeringkat.
Upaya tersebut menghasilkan peringkat AAA bagi penerbit maupun obligasi dari China Lianhe Credit Ratings Co. Ltd. Obligasi Panda Indonesia diterbitkan dalam dua seri dengan total RMB 7 miliar atau setara Rp18,4 triliun.
Rinciannya RMB5,6 miliar dengan tenor tiga tahun dan tingkat kupon 1,90 persen serta RMB1,4 miliar dengan tenor lima tahun dan tingkat kupon 2,19 persen.
Penerbitan tersebut mendapat permintaan investor sekitar RMB17 miliar atau sekitar 2,4 kali nilai penerbitan.
Investor yang berpartisipasi berasal dari beragam institusi, termasuk bank domestik, lembaga pengelolaan kekayaan, perusahaan sekuritas, manajer aset dan dana investasi, serta bank asing dan lembaga investasi pemerintah dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan wilayah lainnya.
Perkuat konektivitas Indonesia-China President and Chief Executive Officer DBS China Ginger Cheng mengatakan penerbitan Panda Bond perdana ini menandai pencapaian penting Indonesia dalam memperluas aksesnya ke salah satu pasar obligasi terbesar di dunia.
"Kami bangga dapat mendukung Pemerintah Indonesia dalam transaksi bersejarah ini sekaligus memperkuat konektivitas keuangan antara Indonesia dan Cina," katanya.
Penerbitan Panda Bond tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan pembangunan serta memperluas akses investor di berbagai pasar dan mata uang.
Langkah tersebut juga memperkuat akses Indonesia terhadap pendanaan jangka panjang sekaligus memperdalam konektivitas keuangan dengan Tiongkok.
Strategi diversifikasi sumber pembiayaan menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang dipengaruhi oleh tingginya suku bunga, volatilitas nilai tukar, serta dinamika kondisi pasar internasional.
Penerbitan Panda Bond tersebut melanjutkan pencapaian Indonesia dalam pembiayaan berdenominasi RMB. Sebelumnya, Indonesia menerbitkan Obligasi Dimsum senilai RMB9,25 miliar di Hong Kong SAR pada Februari 2026.
Bagi DBS, transaksi tersebut juga memperkuat peran perseroan dalam mendorong arus modal lintas batas antara Tiongkok dan ASEAN.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bank DBS Indonesia aktif memanfaatkan kualifikasinya sebagai Appointed Cross-Currency Dealer (ACCD) untuk mata uang renminbi Tiongkok (RMB) dan rupiah Indonesia (IDR).