Dharma Polimetal Kembangkan Sistem Penyimpanan Energi Baterai Kendaraan

Dharma Polimetal Kembangkan Sistem Penyimpanan Energi Baterai Kendaraan
PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA). (Foto: NET)

JAKARTA - Emiten Grup Triputra PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) akan mengembangkan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) yang dapat dipakai untuk kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik sekaligus terintegrasi dengan energi surya.

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso menyatakan pengembangan BESS merupakan bagian dari usaha perseroan melengkapi ekosistem bisnis kelistrikan yang sedang dikembangkan. 

BESS didesain sebagai solusi penyimpanan energi untuk kebutuhan sektor rumah tangga, komersial, sampai industri, termasuk menyokong kebutuhan kelistrikan kendaraan listrik.

"Dengan desain sebagai solusi penyimpanan energi yang dapat diandalkan, efisien dan berkelanjutan, BESS diproduksi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di perumahan, perbelanjaan, maupun industri. Terlebih untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan kendaraan listrik," kata Irianto dalam keterangan resmi, dikutip Senin (10/8/2026).

Produk BESS DRMA mempunyai sejumlah keunggulan, seperti gampang dipasang, mempunyai daya tahan, serta bisa dihubungkan dengan sistem tenaga surya. Integrasi itu memungkinkan BESS memanfaatkan energi bersih sekaligus berpotensi menekan biaya energi bagi pengguna.

DRMA memandang BESS bukan sekadar sebagai perangkat penyimpan energi atau backup power. Teknologi tersebut dianggap mampu berperan dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, serta memperluas akses energi bagi masyarakat.

Perseroan optimistis BESS bakal menjadi salah satu teknologi strategis yang mendukung transformasi sektor energi di Indonesia. Pengembangan bisnis tersebut sekaligus menjadi bagian dari usaha DRMA membangun ekosistem kelistrikan yang menyokong perkembangan kendaraan listrik.

"Kami melihat bahwa BESS akan memiliki peran untuk ekosistem kendaraan listrik di masa depan," ujarnya.

Perseroan mengharapkan pengembangan BESS tidak cuma memberikan peluang bisnis baru, tetapi juga menyokong ketahanan energi nasional. 

DRMA menilai pengembangan teknologi tersebut mampu menciptakan nilai tambah melalui penguatan industri manufaktur domestik, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta pengembangan rantai pasok nasional.

Langkah itu sejalan dengan pengembangan bisnis DRMA di sektor kendaraan listrik. Sebagai korporasi yang selama ini berkecimpung di industri komponen otomotif, perseroan telah mengembangkan dan memproduksi komponen serta parts kendaraan listrik di dalam negeri.

Dharma Group sebagai holding company DRMA telah berdiri sejak 1989 dan bergerak dalam produksi komponen otomotif untuk sepeda motor dan mobil. 

Perseroan merupakan bagian dari Triputra Group dan telah menjadi bagian dari rantai pasok otomotif terintegrasi dengan produk suku cadang dan komponen untuk berbagai merek otomotif.

Selain pengembangan BESS, Dharma Group juga sedang mengembangkan dan memproduksi komponen serta parts kendaraan listrik di Tanah Air. 

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan menyambut transformasi industri otomotif dan perkembangan teknologi kendaraan listrik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index