Nilai Tukar Rupiah Melemah Tertekan Krisis Geopolitik Timur Tengah

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:49:31 WIB
Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). (Foto: NET)

JAKARTA - Pakar valuta asing Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan mata uang Garuda merosot akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (11/8), bergerak merosot 40 poin atau 0,23 persen menjadi Rp17.795 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.755 per dolar AS.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timteng yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia. Saat ini 83,21 dolar AS per barel dibandingkan penutupan minggu lalu di 77 dolar AS per barel,” ujar dia di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Kabar dari Anadolu menyebutkan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga AS memenuhi tuntutan Iran, termasuk mengakhiri blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Keterangan tersebut diutarakan saat pembahasan mengenai masa depan pelayaran melalui Selat Hormuz masih menemui jalan buntu.

Iran sudah bernegosiasi dengan Oman dan telah meraih kesepakatan terkait peta rute pelayaran, serta pembicaraan masih berjalan guna merampungkan sejumlah aspek teknis dalam pernyataan bersama. 

Sejumlah mekanisme bakal dibentuk guna menjamin keamanan lalu lintas perairan, menjaga ekosistem, serta mengatasi “kejahatan maritim.”

Faktor pendorong lain berasal dari respon pelaku pasar yang mencermati penjualan ritel yang diproyeksikan akan meningkat 1,8 persen.

Berdasarkan unsur-unsur tersebut, mata uang Garuda diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.

Terkini