Transjakarta Kelola Laut Seribu Terhubung KRL Mulai 2027 Tarif Murah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:15:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta mengalihkan penanganan transportasi laut di Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai tahun 2027.

Artinya, warga dapat memakai sarana transportasi umum lanjutan seperti KRL serta TJ guna mencapai pulau tersebut. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengutarakan, peralihan pengaturan tersebut dimaksudkan guna memberikan kemudahan serta kepastian layanan transportasi bagi penduduk Kepulauan Seribu.

“Sehingga bagi warga di Pulau Seribu mau ke Jakarta, akan lebih mudah, dan juga ketika mereka kembali ada kepastian transportasi yang telah diatur oleh Badan Usaha Milik Daerah yaitu TransJakarta," ujarnya beberapa waktu lalu.

Saat ini, mekanisme pengalihan manajerial dari Dinas Perhubungan ke PT Transjakarta masih berada dalam tahap pematangan, termasuk mempersiapkan perubahan regulasi. Baik mengubah peraturan daerah (Perda) maupun peraturan gubernur (Pergub).

Kendati demikian, Pramono memastikan ongkos transportasi laut yang ditentukan kedepannya bakal lebih terjangkau karena dikelola secara profesional oleh PT TransJakarta.

"Yang pasti tarifnya akan lebih murah kalau dikelola secara profesional seperti apa yang dilakukan saat ini di Transjakarta," ucap Pramono.

Berdasarkan situs resmi Dinas Perhubungan Jakarta, biaya kapal tradisional sekali jalan dari Kali Adem Muara Angke menuju Pulau Seribu dipatok dengan harga mulai Rp75.000 hingga Rp95.000. Artinya, tarif Transjakarta berupa kapal tersebut bakal lebih murah.

Melalui ekspansi konektivitas ini, masyarakat sanggup menjangkau Kepulauan Seribu dengan lebih pasti.

Terlebih, moda Commuter Line atau KRL telah mencapai Stasiun Angke serta Stasiun Ancol yang berdampingan dengan pelabuhan di pesisir Jakarta Utara.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan Kepulauan Seribu berada di kawasan Jakarta, tetapi corak geografisnya membuat perjalanan publik memerlukan perpindahan moda.

“Kereta api dapat mengambil peran pada perjalanan dari berbagai wilayah menuju kawasan Jakarta, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan transportasi perkotaan menuju pelabuhan dan selanjutnya menggunakan angkutan laut,” ujarnya.

Salah satu jalur perjalanan yaitu melalui Stasiun Angke menuju Pelabuhan Kali Adem di kawasan Muara Angke. 

Jarak kedua tempat tersebut berada pada kisaran sekitar 7–8 kilometer, sehingga pelanggan dapat meneruskan perjalanan menggunakan transportasi perkotaan menuju salah satu gerbang utama penyeberangan menuju Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Stasiun Ancol terletak sekitar 2–3 kilometer dari kawasan Marina Ancol, yang juga dikenal sebagai salah satu titik keberangkatan perjalanan wisata laut menuju bermacam pulau di Kepulauan Seribu. 

Kedekatan itu memberikan opsi bagi masyarakat yang hendak menyusun perjalanan memakai kombinasi kereta api serta moda lanjutan menuju destinasi wisata bahari.

Terkini