JAKARTA — Sefas Group menegaskan bakal mengupayakan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di SPBU Shell seiring dengan rencana pengambilalihan lini bisnis hilir tersebut dari Shell Indonesia.
Pengambilalihan 100% bisnis SPBU Shell diproyeksikan tuntas pada tahun ini. Adapun pasokan BBM jenis bensin di SPBU Shell sepanjang beberapa bulan terakhir terpantau kosong.
Berdasarkan catatan, Shell saat ini hanya menjual Shell V-Power Diesel seharga Rp21.910 per liter. Sementara jenis BBM lain seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ belum tersedia.
Menanggapi situasi tersebut, Sefas Group menyatakan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait demi kelancaran pengadaan BBM mendatang. Perusahaan tersebut menekankan bahwa kelangsungan operasional yang aman serta andal menjadi prioritas utama.
"Kami memahami bahwa ketersediaan produk merupakan hal yang sangat penting bagi pelanggan dan mitra bisnis kami. Untuk itu, kami terus menjalin koordinasi secara aktif dengan regulator dan para pemangku kepentingan," tutur manajemen Sefas Group kepada Bisnis, Kamis (20/8/2026).
Pihak Sefas menambahkan bahwa koordinasi intensif terus berjalan guna menjaga kesinambungan usaha dan menjamin kelancaran aktivitas operasional.
Lebih jauh, Sefas Group mengutarakan pertimbangan di balik akuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Sefas menangkap adanya prospek jangka panjang yang menjanjikan pada sektor ritel energi di Indonesia.
"Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling terpercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi serta kebutuhan energi Indonesia yang terus berkembang," kata manajemen,
Usai transaksi rampung, Sefas akan menguasai serta mengoperasikan bisnis yang diakuisisi, sementara para konsumen akan tetap mendapati merek Shell melalui skema lisensi merek. Pihak perusahaan mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah menjamin proses transisi dapat berlangsung lancar sekaligus mempertahankan operasional yang aman dan andal untuk konsumen maupun mitra.
"Ke depannya, kami melihat adanya peluang untuk terus mengembangkan bisnis sejalan dengan perkembangan kebutuhan energi di Indonesia. Namun, fokus kami saat ini adalah memastikan kelancaran proses transisi dan kesinambungan operasional," tutur perusahaan.
Sebelumnya, pihak Shell Indonesia menyampaikan bahwa akuisisi bisnis SPBU oleh Sefas tidak akan mengganggu skema atau model bisnis SPBU. Menurut keterangan Shell, konsumen masih akan menemui merek Shell di Indonesia lewat perjanjian lisensi merek.
"Pelanggan akan tetap dapat menikmati produk dan layanan bisnis SPBU Shell di Indonesia yang hadir melalui perjanjian lisensi merek dengan fokus yang jelas untuk memastikan layanan yang andal serta keberlanjutan bagi pelanggan dan mitra bisnis," tutur manajemen Shell kepada Bisnis.
Sejatinya, alur transaksi akuisisi SPBU Shell Indonesia oleh Sefas Group telah dipublikasikan sejak Mei 2025 lalu. Pada momen tersebut, Shell mengumumkan pengalihan seluruh kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia kepada entitas usaha patungan baru (new joint venture) antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
Akan tetapi, dalam perkembangannya Citadel Pacific Limited memutuskan mundur dari joint venture tersebut. Alhasil, akuisisi SPBU Shell Indonesia dieksekusi sepenuhnya oleh Sefas Group.
Menjawab dinamika tersebut, manajemen Shell Indonesia mengonfirmasi bahwa Citadel Pacific Limited memang tidak tergabung dalam joint venture. Walau demikian, perusahaan itu tetap memberikan dukungan dalam kapasitasnya sebagai mitra.
"Seluruh pihak sepakat bahwa kepemilikan lokal di bawah Sefas Group memberikan struktur terbaik untuk mendukung pertumbuhan bisnis SPBU Shell di masa depan. Setelah proses penyelesaian transaksi selesai, Citadel Pacific akan tetap mendukung bisnis SPBU Shell sebagai mitra strategis," tutur manajemen Shell Indonesia.