Alasan Prabowo Baru Tinjau Lokasi Gempa Flores Setelah Sepekan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:57:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya sengaja baru berkunjung untuk meninjau lokasi bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur guna memberi kesempatan kepada instansi lain dalam melayani warga terdampak.

"Memang sengaja, diawal-awal gempa saya tidak datang, karena saya mau berikan kesempatan kepada semua instansi untuk melayani rakyat secara langsung," ucapnya sewaktu memimpin rapat koordinasi di Nagekeo, Rabu (26/8/20026).

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Negara ketika melaksanakan kunjungan kerja ke Flores demi melihat langsung kondisi para korban gempa di wilayah tersebut.

Beliau menyebutkan bahwa apabila dirinya hadir pada masa-masa awal pascagempa, seluruh konsentrasi akan terbelah akibat banyaknya pejabat daerah yang harus menyambut kedatangan pejabat pusat.

"Dan ini ada kecenderungan mengalihkan fokus," tutur Prabowo.

Prabowo menerangkan, kendati dirinya tidak hadir sejak hari pertama, ia senantiasa mengawasi serta memonitor perkembangan penanganan gempa di Flores langsung dari Jakarta.

Kepala Negara turut menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja secara maksimal dan bertindak cepat dalam menanggulangi bencana gempa di Flores.

Berdasarkan catatan BNPB hingga Selasa (25/8), total korban jiwa akibat peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA, meningkat menjadi 103 jiwa.

Rincian korban meliputi 41 jiwa di Kabupaten Manggarai, 34 jiwa di Manggarai Timur, 13 jiwa di Nagekeo, 6 jiwa di Sikka, 5 jiwa di Ngada, 3 jiwa di Ende, serta 1 jiwa di Manggarai Barat.

Ditinjau dari segi jenis kelamin, korban meninggal dunia terdiri atas 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Sedangkan berdasarkan kategori usia, korban jiwa mencakup 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak serta remaja, sementara sisanya merupakan golongan balita dan batita.

Di sisi lain, untuk korban mengalami luka-luka, pihak BNPB mendata terdapat sebanyak 1.666 orang.

Wilayah Kabupaten Manggarai Timur tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni sejumlah 239 orang menderita luka berat serta 404 orang mengalami luka ringan.

Proses pemutakhiran data korban ini terus dijalankan secara berkala oleh BNPB seiring masuknya laporan-laporan tambahan dari berbagai kawasan yang terdampak gempa.

Terkini