VISI Caplok Hasna Medika Rp286 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:59:32 WIB
PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI) merencanakan pengambilalihan PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC) dengan nilai transaksi mencapai Rp286 miliar. 

Aksi korporasi ini turut menggandeng sejumlah figur terkemuka, mulai dari investor Pieter Tanuri hingga pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang bertindak sebagai pihak pengendali VISI.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, manajemen VISI sudah menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) serta Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada tanggal 20 Agustus 2026 sebagai rangkaian proses akuisisi HMBC. 

Melalui skema transaksi tersebut, VISI akan mengambil alih sebanyak 142.393 saham baru HMBC yang mencakup 65% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Selain itu, perseroan juga membeli 17.325 saham milik PT Hasna Medika Utama Group dengan porsi 7,91% dari total kepemilikan pasca penerbitan saham baru. Dengan demikian, setelah seluruh rangkaian transaksi rampung dan efektif, VISI akan memegang kendali mayoritas sebesar 72,91% atas saham HMBC.

Rencana pengambilalihan ini nantinya akan disusul oleh transformasi lini bisnis VISI menjadi sebuah perusahaan induk (holding company). 

Perseroan berencana menambahkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 64210 untuk aktivitas perusahaan induk, sementara seluruh operasional bisnis akan dijalankan lewat entitas anak usaha. 

Langkah ini diyakini mampu mendongkrak performa serta tingkat profitabilitas perseroan, sekaligus mengakselerasi ekspansi jangka panjang dan memberikan nilai tambah optimal bagi para pemegang saham.

Seiring dengan aksi korporasi tersebut, VISI menargetkan lonjakan pendapatan konsolidasi secara bertahap hingga tahun 2031. Berdasarkan proyeksi internal perseroan, perolehan pendapatan pada periode April sampai Desember 2026 diprediksi menyentuh angka Rp247,92 miliar.

Angka itu kemudian diestimasikan naik menjadi Rp388,09 miliar pada tahun 2027. Tren positif pertumbuhan pendapatan ini berlanjut pada tahun 2028 dengan proyeksi Rp464,04 miliar, Rp540 miliar pada 2029, Rp615,95 miliar pada 2030, hingga mencapai Rp712,08 miliar pada tahun 2031.

Proyeksi ini menunjukkan bahwa pendapatan konsolidasi VISI berpotensi meroket hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu dari akhir 2026 hingga 2031.

Manajemen menilai langkah pembelian HMBC ini bakal memperluas cakupan bisnis perseroan ke sektor pelayanan medis, secara khusus fokus pada layanan kesehatan jantung. Saat ini, jaringan HMBC telah mengelola sebanyak 2 rumah sakit khusus jantung serta 11 klinik kesehatan yang tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, serta Bali.

Sepasang rumah sakit Hasna tersebut telah dilengkapi fasilitas laboratorium kateterisasi (cath lab) yang aktif beroperasi dan ditopang oleh ekosistem layanan berkonsep hub-and-spoke

Merujuk pada data kunjungan pasien sepanjang tahun 2025 yang dikalkulasikan setara dengan 137.000 kunjungan, pangsa pasar Hasna diestimasi mencapai 8,1% dari keseluruhan populasi penderita gangguan jantung di seluruh provinsi wilayah operasionalnya. 

Di samping itu, tingkat penetrasi pasar pada area tangkapan langsung Hasna berada di kisaran 35,9%.

Perseroan mencatat bahwa jumlah total penderita penyakit jantung di sekitar wilayah layanan Hasna diperkirakan mencapai 1,69 juta jiwa. Dari angka tersebut, sekitar 382.000 jiwa berdomisili di kawasan yang menjadi area operasional langsung Hasna. 

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa potensi ruang ekspansi bisnis Hasna masih terbuka sangat luas hingga tahun 2031 mendatang. Terlebih lagi, ketersediaan fasilitas medis khusus jantung di daerah operasional masih terbilang terbatas, mengingat sebagian besar rumah sakit jantung selama ini terkonsentrasi di ibu kota.

Di samping proses akuisisi, pihak HMBC juga menjalankan agenda restrukturisasi serta konversi kewajiban utang kepada sejumlah kreditur yakni Pieter Tanuri, Roy Himawan, serta Darwin Cyril Noerhadi dengan total nilai mencapai Rp33,45 miliar. 

Rinciannya meliputi utang kepada Pieter Tanuri sebesar Rp24,4 miliar, Roy Himawan senilai Rp647 juta, serta Darwin Cyril Noerhadi sejumlah Rp8,4 miliar.

Seluruh total kewajiban tersebut nantinya dikonversikan menjadi 18.692 saham baru HMBC yang dibagikan kepada masing-masing kreditur secara proporsional berdasarkan nilai piutang mereka.

Pasca efektifnya akuisisi oleh VISI serta penyelesaian konversi utang, posisi kepemilikan saham di HMBC akan dikuasai oleh VISI sebesar 72.91% sebagai pemegang saham pengendali. Sementara itu, Pieter Tanuri menguasai 11,62% saham dan PT Hasna Medika Utama Group memegang 7,61%.

Seluruh rencana perubahan status kegiatan usaha serta proses pengambilalihan HMBC ini diproyeksikan tuntas pada kuartal IV/2026, atau paling lambat pada 2feira, 23 Oktober 2026, dengan tetap memerhatikan pemenuhan seluruh ketentuan regulasi serta persetujuan resmi para pemegang saham. 

Sebagai catatan penunjang, PT Harmoni Semesta Investama secara sah tercatat sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) VISI sejak tanggal 9 Juni 2026. 

Entitas PT Harmoni Semesta Investama sendiri dimiliki oleh pasangan figur publik Nagita Slavina sebesar 51% dan Raffi Ahmad sebesar 49%, di mana Nagita Slavina bertindak sebagai ultimate beneficial owner atau pemegang manfaat akhir.

Terkini