Chad Tuding Sudan Lancarkan Serangan Udara ke Pasar BBM di Perbatasan, 12 Tewas

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:46:00 WIB

FINANSIALNEWS.COM — Serangan terjadi pada Kamis (27/2) dan menghantam pasar BBM yang kerap digunakan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) untuk mengisi bahan bakar. Tuduhan ini mempertegang hubungan kedua negara yang selama ini dibayangi kecurigaan.

Kronologi Serangan dan Respons Chad

Otoritas keamanan Chad menyatakan pesawat tak dikenal menjatuhkan bom di kawasan perbatasan timur. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan ini memicu kekhawatiran meluasnya konflik Sudan ke wilayah Chad.

Ini bukan insiden pertama. Pekan lalu, Chad menuding Sudan melancarkan serangan udara terhadap konvoi militer di wilayah Ennedi, lebih dari 100 kilometer di dalam teritori Chad. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Menghadapi ancaman pesawat nirawak, militer Chad menaikkan status siaga ke level tertinggi. Sekitar 100 kendaraan lapis baja dan truk pengganggu sinyal dikerahkan di dekat kota Tine, yang berbatasan langsung dengan Sudan.

Bantahan Sudan dan Kecaman AS

Kementerian Luar Negeri Sudan merespons dengan pernyataan resmi. Mereka mengaku terkejut atas tuduhan tersebut dan menegaskan pasukannya menghormati kedaulatan negara tetangga.

"Pasukan kami menjalankan tugas konstitusional untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan keselamatan Sudan," demikian bunyi pernyataan kementerian itu. Mereka juga menekankan tidak menargetkan wilayah negara lain.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Khartoum langsung mengutuk serangan tersebut. Washington menuding tentara Sudan sebagai dalang di balik serangan udara ke wilayah Chad.

Konflik Berkepanjangan dan Dampak Kemanusiaan

Ketegangan ini terjadi di tengah perang saudara antara tentara Sudan dan RSF yang berlangsung lebih dari tiga tahun. Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga mengungsi.

Tentara Sudan sebelumnya pernah menuding Chad berpihak pada RSF. Sementara itu, hampir satu juta pengungsi Sudan kini berada di Chad dan dilaporkan menghadapi krisis air bersih di kamp-kamp penampungan.

Serangan udara terbaru ini berpotensi memperumit upaya diplomatik yang sedang berjalan untuk mengakhiri perang di Sudan. Belum ada pernyataan resmi dari RSF mengenai insiden tersebut.

Terkini