Produksi Emas Naik, Pendapatan EMAS Melonjak di Semester I/2026

Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:28:32 WIB
Aktivitas penambangan emas PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) membukukan lonjakan pendapatan pada semester I/2026 seiring dengan menguatnya produksi dan penjualan emas dari Tambang Emas Pani yang mulai beroperasi secara komersial sejak kuartal I/2026.

EMAS mengantongi pendapatan sebesar US$30,86 juta pada semester I/2026, melambung hingga 369 kali lipat ketimbang capaian US$83.786 pada rentang waktu yang sama di tahun sebelumnya. Dilihat secara kuartalan, angka pendapatan tersebut juga melompat sekitar 11 kali lipat dari posisi US$2,6 juta pada kuartal I/2026.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin menjelaskan bahwa semester I/2026 menjadi fase penting bagi perseroan lantaran kontribusi Tambang Emas Pani mulai tercatat nyata terhadap pendapatan dan EBITDA.

“Semester I/2026 menjadi periode penting bagi EMAS, seiring kontribusi Tambang Emas Pani mulai tercermin pada pendapatan dan EBITDA Perseroan. Kinerja ini menunjukkan bahwa ramp-up Pani pada kuartal II/2026 berjalan sesuai target, didukung peningkatan produksi dan volume penjualan,” kata Boyke dalam siaran pers, Jumat (28/8/2026).

Menurut penjelasannya, perseroan bakal tetap berfokus pada langkah percepatan produksi, pembenahan kinerja operasional, hingga eksekusi tahap pertumbuhan Tambang Emas Pani di fase berikutnya.

Ditinjau dari operasional, volume produksi emas EMAS melonjak lebih dari delapan kali lipat secara kuartalan menjadi 15.594 ounce pada kuartal II/2026. Dengan hasil tersebut, akumulasi produksi emas perseroan sepanjang semester I/2026 menyentuh angka 17.412 ounce.

Selaras dengan eskalasi produksi, angka penjualan emas turut merangkak naik. Penjualan emas EMAS menembus 6.439 ounce pada kuartal II/2026, meningkat signifikan dibandingkan perolehan 516 ounce pada kuartal I/2026.

Penguatan volume produksi dan penjualan ini menopang pencapaian keuangan perseroan. EMAS mengamankan margin laba kotor di level 44% serta EBITDA sebesar US$17 juta sepanjang semester I/2026.

Kendati berhasil menorehkan perbaikan dari sisi operasional, EMAS masih mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$14,88 juta pada semester I/2026. Angka ini membaik bila dibandingkan dengan nilai kerugian US$16,05 juta pada periode serupa tahun sebelumnya.

Guna menyambut tahap ekspansi selanjutnya, EMAS tengah merancang pembangunan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) di area Tambang Emas Pani. Fasilitas tersebut diproyeksikan sanggup memperbesar kapasitas pengolahan jangka panjang sekaligus mendongkrak perolehan emas.

Pengerjaan konstruksi CIL pad untuk tangki CIL serta pre-leach thickener telah dirampungkan pada akhir Juni 2026. Sementara itu, perataan keseluruhan CIL pad ditargetkan tuntas sepenuhnya pada pengujung Desember 2026. Fasilitas CIL ini dijadwalkan beroperasi penuh mulai 2028 dan diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan produksi Tambang Emas Pani dalam jangka panjang.

Bermodalkan kenaikan produksi yang tecermin pada pencapaian semester I/2026, EMAS melangkah ke semester II/2026 dengan dorongan operasional yang lebih kuat. Produksi diprediksi terus meningkat sejalan dengan menguatnya laju penambangan, volume stacking, hingga perolehan emas.

Perkembangan positif tersebut diharapkan mampu memicu kenaikan volume penjualan dan kinerja operasional perseroan, sementara progres proyek CIL diposisikan sebagai fondasi penting bagi fase pertumbuhan Tambang Emas Pani di masa depan.

Terkini