PTDI dan Pemprov Jabar Kembangkan Mekanisasi Sorgum

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:40:01 WIB
PT Dirgantara Indonesia (PTDI). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perusahaan "offtaker" serta Paguyuban Pasundan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan mekanisasi komoditas sorgum di Jawa Barat seluas 50 hektare di lahan percontohan.

Di dalam skema kerja sama ini, Pemprov Jabar bertindak menyediakan lahan pertanian, sementara PTDI mengambil peran penuh di dalam merancang, memproduksi dan mengaplikasikan alat mekanisasi guna mengolah produk derivatif sorgum.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan pada sela puncak HUT Ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu, menegaskan bahwa terobosan ini merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di dalam memadukan keahlian teknologi manufaktur bersama kebutuhan pangan daerah.

"Insya Allah, hari ini kita tanda tangani MoU antara Pemda Jabar, offtaker PT Santana Manggala Karya, PTDI dan dinaungi oleh Paguyuban Pasundan. Kami menandatangani nota kesepakatan bersama," kata Gita.

Gita menjelaskan keterlibatan PTDI pada komoditas sorgum bukan sekadar aksi sosial seremonial, melainkan bagian dari misi strategis perusahaan di dalam mentransfer teknologi industri presisi guna memodernisasi peralatan derivatif pertanian di Jawa Barat.

"PTDI tugasnya adalah melakukan mekanisasi. Jadi kami menghasilkan berbagai macam mesin untuk derivatif program sorgum," ujar Gita.

Selain sektor pangan, PTDI memperkuat jaringan edukasi dengan merancang program Goes to School serta kolaborasi perguruan tinggi bersama Paguyuban Pasundan guna membumikan industri kedirgantaraan sejak dini kepada generasi muda.

Langkah ini berjalan selaras bersama penguatan ekosistem industri penerbangan secara utuh. Pada kesempatan yang sama, PTDI menyiapkan training center yang mengantongi kerja sama Approved Maintenance Training Organization (AMTO) di Bali Utara guna melahirkan lulusan bersertifikasi ahli pemeliharaan pesawat.

Penguatan kapasitas industri tersebut turut disokong oleh arahan Danantara Development untuk mengonsolidasi diaspora pakar aviasi Indonesia di luar negeri, sekaligus menegaskan bahwa PTDI kini tidak hanya fokus pada produksi pesawat, melainkan siap membangun siklus industri dan teknologi nasional secara menyeluruh.

Terkini