Pentingnya Microbiome Mulut Walau Gigi Terlihat Sudah Bersih

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:30:32 WIB
Ilustrasi - Kesehatan mulut. (Foto: NET)

JAKARTA - Kesehatan rongga mulut kini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh upaya membasmi bakteri, melainkan juga menjaga keseimbangan microbiome atau komunitas mikroorganisme di dalam mulut. 

Selama ini, gigi bersih, napas segar, serta sensasi kesat usai menyikat gigi sering kali dianggap sebagai indikator mulut sehat. Akan tetapi, kondisi tersebut belum tentu mencerminkan keseimbangan microbiome yang ideal.

Pakar kesehatan gigi dari University of Birmingham, Dr. Praveen Sharma, menyatakan pandangan bahwa seluruh bakteri di dalam mulut harus dibasmi perlu ditinjau ulang. 

Menurutnya, rongga mulut menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 700 spesies mikroorganisme yang hidup berdampingan. Komunitas tersebut terdiri dari mikroorganisme yang mendukung kesehatan maupun yang berpotensi memicu penyakit.

Praveen Sharma menilai bahwa kesehatan mulut tidak hanya ditentukan oleh ada atau tidaknya bakteri, tetapi juga oleh keseimbangan antarorganisme itu. 

Tatkala keseimbangan tersebut terganggu atau mengalami dysbiosis, mikroorganisme yang berpotensi merugikan bisa berkembang lebih dominan serta memicu bermacam masalah kesehatan mulut.

“Dysbiosis dapat memicu berbagai masalah seperti pembentukan plak, gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut,” ujar Praveen. 

Ia menerangkan bahwa kondisi microbiome tidak bisa dinilai cuma dari penampilan gigi ataupun sensasi bersih setelah menyikat gigi. 

Seseorang mungkin memiliki gigi yang tampak bersih, tetapi keseimbangan mikroorganisme di dalam rongga mulutnya belum tentu terjaga dengan baik. 

Komposisi microbiome pun berbeda pada setiap orang. Faktor genetika, pola makan, gaya hidup, hingga lingkungan turut memengaruhi jenis serta jumlah mikroorganisme yang hidup di dalam rongga mulut.

Evolusi pemahaman tersebut ikut mengubah pendekatan dalam perawatan gigi dan mulut. Fokusnya kini bukan lagi memusnahkan seluruh bakteri, melainkan merawat keseimbangan komunitas mikroorganisme. 

“Perawatan gigi dan mulut modern bukanlah tentang menghilangkan bakteri sepenuhnya, melainkan menjaga kesehatan microbiome mulut,” kata Praveen.

Pemahaman mengenai microbiome ini juga memperluas cara pandang terhadap kesehatan rongga mulut. Kondisi gigi dan gusi tidak berdiri sendiri karena kesehatan mulut berhubungan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

“Apalagi kesehatan gigi dan mulut memiliki kaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan, sehingga menjaga kesehatan microbiome mulut juga menjadi bagian penting dari upaya melindungi kesehatan jangka panjang,” tuturnya.

Terkini