Minum Americano Pagi Hari Bikin BB Turun? Ini Kata Dokter Gizi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:36:01 WIB
Kopi Americano. (Foto: NET)

JAKARTA — Kopi Americano sering kali dimasukkan ke dalam daftar minuman yang dinilai bersahabat bagi orang yang sedang menjalani program diet. Berkat kandungan kalori yang terbilang rendah serta kafein di dalamnya, minuman ini dipercaya mampu membantu menurunkan berat badan.

Dokter spesialis gizi dan nutrisi dari RS Siloam MRCCC, Inge Permadhi, menyatakan bahwa meminum Americano pada pagi hari memang berpotensi membantu menurunkan berat badan. 

Menurut penjelasannya, kopi sanggup meningkatkan Specific Dynamic Action (SDA) yang dalam dunia medis modern lebih dikenal sebagai Thermic Effect of Food (TEF). 

Peningkatan SDA atau TEF tersebut berkaitan langsung dengan energi tambahan yang dikeluarkan oleh tubuh guna mencerna, menyerap, serta mengolah makanan yang masuk. Proses ini pun memicu peningkatan produksi panas di dalam tubuh.

Lewat mekanisme tersebut, konsumsi kopi dapat memberikan dampak berupa pengeluaran energi tubuh yang lebih besar, kendati hal ini tetap wajib diiringi oleh pola makan serta gaya hidup yang mendukung penurunan berat badan. 

"Kopi dapat menjadi faktor tambahan untuk membantu meningkatkan metabolisme dalam program diet," katanya.

Kendati demikian, terdapat beberapa hal penting yang patut dicermati apabila seseorang ingin menikmati kopi Americano saat pagi hari. Poin pertama, pastikan bahwa kondisi lambung masing-masing individu mampu menerima kopi dengan baik. 

Sebagian orang berisiko mengalami rasa begah atau ketidaknyamanan seusai meminum kopi, yang kerap kali dipicu oleh sifat asam dari kopi itu sendiri. 

Guna menekan potensi risiko tersebut, kopi dapat diminum setelah makan atau didahului oleh konsumsi makanan ringan secukupnya. Mengonsumsi kopi dalam takaran sedikit usai makan biasanya jauh lebih mudah ditoleransi oleh sistem pencernaan tubuh.

Poin kedua, perhatikan pula kebiasaan menambahkan pemanis atau gula ke dalam sajian minuman. Walaupun kopi hitam pada dasarnya memiliki kalori yang rendah, penambahan gula dalam takaran yang berlebih justru akan mendongkrak asupan kalori harian. 

Situasi ini tentu berpotensi mengurangi efektivitas manfaat kopi tatkala dijadikan bagian dari strategi menurunkan berat badan.

“Namun, kopi bukan satu-satunya faktor dalam menurunkan berat badan. Konsumsinya tetap perlu diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dokter Inge menerangkan bahwa secangkir Americano tidak akan serta-merta mengakibatkan berat badan turun secara instan. 

Apabila porsi asupan makanan sehari-hari masih dibiarkan sama dan tidak dikombinasikan dengan peningkatan aktivitas fisik, tambahan kopi tersebut dipastikan hanya memberikan pengaruh yang sangat minim terhadap proses penurunan berat badan.

Oleh karena itu, bagi siapa saja yang berkeinginan menurunkan berat badan, fokus utama yang harus dipegang tetap terletak pada pengaturan pola makan serta peningkatan aktivitas fisik yang teratur. 

Konsumsi kopi dapat difungsikan sebagai elemen pelengkap, tetapi sama sekali bukan strategi utama dalam menggapai kondisi berat badan yang sehat.

Dokter Inge turut mengingatkan bahwa rancangan pola makan dalam program penurunan berat badan idealnya tetap membuat tubuh merasakan kenyamanan dan kekenyangan lewat pemilihan jenis makanan yang sehat serta bergizi.

Rasa lapar yang muncul secara berlebihan justru berisiko membuat pola diet menjadi sulit dipertahankan serta memperbesar peluang kegagalan program tersebut agar dapat berjalan secara optimal.

Guna mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi harian, konsumsi buah-buahan dan sayuran segar juga wajib mendapat perhatian khusus. 

Di samping itu, asupan protein harus dijaga agar senantiasa mencukupi, sementara porsi karbohidrat dapat disesuaikan secara proporsional dengan kebutuhan energi serta tingkat aktivitas fisik masing-masing orang.

Terkini