Proyeksi IHSG Pekan Ini: Nada Hawkish The Fed dan Rebalancing MSCI Jadi Beban, Cek Rekomendasi Sahamnya

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26:00 WIB

FINANSIALNEWS.COM — Dua analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia dan MNC Sekuritas memberikan pandangan berbeda soal arah IHSG pekan ini, namun sama-sama menyoroti sentimen eksternal yang masih membebani. Sebelumnya, indeks ditutup melemah tipis 0,06 persen ke level 6.518 pada Jumat (28/8), meski secara mingguan masih mencatat penguatan tipis 0,25 persen.

Nada Hawkish The Fed dan Inflasi Jadi Beban Sentimen

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks akan bergerak mixed cenderung melemah dengan rentang support di level 6.430 dan resistance 6.606. Pernyataan Gubernur The Fed Kevin Warsh mengenai inflasi inti AS yang belum melambat menjadi pemicu utama kekhawatiran pasar.

"Nada hawkish Fed masih nyata, seiring dengan pernyataan Warsh terkait inflasi inti belum melambat dan mengkonfirmasi higher for longer masih berlanjut," kata Oktavianus. Ia menilai kondisi ini berdampak negatif karena penurunan suku bunga diperkirakan tak akan terjadi dalam waktu dekat, yang pada akhirnya menekan permintaan kredit dan ekspansi usaha.

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati rilis inflasi Indonesia periode Agustus 2026 yang diproyeksikan tumbuh 2,86 persen secara tahunan, serta PMI manufaktur yang diperkirakan berada di level 50,5. Oktavianus menilai kedua data tersebut cenderung direspons moderat lantaran belum menunjukkan perubahan material terhadap kondisi ekonomi.

Rekomendasi Saham dari Dua Analis

Meski tekanan masih ada, sejumlah saham tetap menarik untuk dikoleksi. Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan dua emiten dengan target harga yang diproyeksikan naik pekan ini.

  • PT Indika Energy Tbk (INDY) — Saham ditutup menguat 2,17 persen ke posisi 2.830 pada pekan lalu, diproyeksikan menyentuh level 2.960.
  • PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) — Saham ditutup menguat 6,63 persen ke posisi 965, diproyeksikan dapat menyentuh level 1.140.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support di level 6.230 dan resistance di level 6.628. Ia mengingatkan bahwa efek rebalancing indeks MSCI yang berlaku mulai 1 September 2026 berpotensi memicu outflow besar dari pasar saham Indonesia.

"Rebalancing MSCI diperkirakan masih menjadi perhatian investor yang disebabkan masa efektif per 1 September 2026, di mana dikhawatirkan akan adanya potensi outflow yang besar," ujar Herditya. Selain itu, rilis data nonfarm payrolls AS sebelum FOMC September 2026 juga akan menjadi pertimbangan pasar dalam melihat arah suku bunga The Fed.

Herditya juga merekomendasikan dua saham ritel dan konsumer untuk dicermati, yakni:

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) — Ditutup di level 1.340 pada pekan lalu, diproyeksikan menyentuh level 1.520.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) — Masuk dalam daftar rekomendasi dengan proyeksi penguatan.

Data Pasar: Kapitalisasi Turun, Asing Jual Bersih

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar bursa turun 0,16 persen dari Rp11.449 triliun menjadi Rp11.431 triliun pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian juga anjlok 28,33 persen menjadi 36,05 miliar lembar saham, sementara rata-rata nilai transaksi harian melemah 1,84 persen menjadi Rp15,29 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mencatat investor asing mencetak nilai jual bersih Rp482,24 miliar pada Jumat (28/8). Secara akumulasi sepanjang tahun 2026, aksi jual asing telah mencapai Rp70,360 triliun.

Untuk pekan ini, pasar juga akan mengamati pergerakan harga emas dan minyak dunia yang diperkirakan masih konsolidasi seiring menurunnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Investasi mengandung risiko.

Terkini