FINANSIALNEWS.COM — Diare massal melanda warga SMAN 1 Lasem sekitar pukul 09.00 WIB. Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan pendataan dilakukan per kelas dan menemukan 20–31 orang mengalami diare di tiap kelas. Dari total 33 kelas, tercatat 725 siswa terdampak, ditambah 25 guru dari 95 orang total tenaga pendidik.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar dihentikan dan para murid dipulangkan. "Setelah itu saya melapor ke Puskesmas Lasem untuk penanganan darurat dan konsultasi ke Cabdin, akhirnya murid kami pulangkan," kata Juhartutik kepada Detik, Kamis (3/9). Ia menambahkan, banyaknya penderita diare membuat WC sekolah tidak mampu menampung.
Di Puskesmas Lasem, Kepala Puskesmas dr Joko Paryanto mencatat 18 pasien dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut. Rinciannya, 13 siswa dan 5 guru. Tiga siswa di antaranya harus menjalani rawat inap, sementara 15 pasien lain sudah diizinkan pulang.
Dugaan Pemicu: Ayam Bakar Berlendir dalam Menu MBG
Dugaan awal mengarah pada menu MBG yang dikonsumsi para siswa dan guru pada Rabu (2/9). Menu tersebut berisi ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan buah semangka. Juhartutik menyampaikan tim pengecap menemukan satu porsi ayam bakar bertekstur berlendir saat proses pembagian.
Bagian yang tampak berlendir itu kemudian disisihkan. Namun, ia masih mempertanyakan proses pengolahan makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Saya klarifikasi ke SPPG bahwa masaknya jam 3 pagi dini hari, sementara anak-anak itu konsumsinya jam 12," ungkap Juhartutik.
Belum ada kesimpulan resmi dari Dinas Kesehatan terkait penyebab pasti diare massal ini. Sampel makanan dan pemeriksaan laboratorium disebut masih berlangsung.
DPRD Rembang Meninjau Lokasi, Dinkes Menunggu Hasil Lab
Rombongan Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Rembang langsung meninjau Puskesmas Lasem setelah menerima laporan insiden. Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Muhammad Rofi'i, membenarkan adanya informasi dugaan keracunan MBG yang menimpa ratusan siswa.
"Tadi dapat kabar, infonya ada ratusan siswa diare gara-gara keracunan MBG. Terus kami ke sini, ternyata dari komunikasi dengan Kepala Puskesmas Lasem tadi, hingga saat ini ada 18 pasien yang sempat dirawat di Puskesmas. 15 di antaranya sudah pulang, tiga yang masih dirawat," terangnya.
Rofi'i menekankan penyebab pasti masih menunggu penelusuran Dinas Kesehatan. "Terkait dugaan penyebab yang sebenarnya, apakah gara-gara MBG atau tidak, kami masih menunggu penelusuran dari pihak Dinkes," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemulangan siswa terus dilakukan pihak sekolah. Pemeriksaan lanjutan oleh Dinkes Rembang menjadi penentu apakah dugaan keracunan MBG terbukti atau terdapat faktor lain yang memicu diare massal tersebut.