Talent Fest 2026 Dorong Ekosistem MTN di Perguruan Tinggi

Jumat, 04 September 2026 | 04:05:33 WIB
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Institut Seni Indonesia (ISI Yogyakarta) bersinergi dalam memperkuat ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) melalui keterlibatan institusi pendidikan tinggi.

Kebijakan prioritas nasional ini dirancang untuk mendeteksi, membina, mengembangkan, serta mengoptimalkan potensi talenta secara terstruktur, terukur, dan berkesinambungan yang mencakup bidang riset dan inovasi, seni budaya, serta sektor keolahragaan.

“Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus menjadi sarana diseminasi kebijakan, berbagi praktik baik, penguatan jejaring, dan perluasan peluang rekognisi talenta, khususnya di lingkungan perguruan tinggi,” kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali dalam agenda “Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus: Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045” di Yogyakarta, dari keterangan resmi, Jakarta, Jumat.

Kehadiran perguruan tinggi dipandang krusial dalam pelaksanaan MTN karena kampus berfungsi sebagai wadah ideal bagi mahasiswa untuk mengenali kapasitas diri, mengasah kompetensi, membangun portofolio, serta memperluas koneksi keilmuan secara profesional maupun global.

Pungkas menambahkan bahwa Kementerian PPN/Bappenas yang memegang peran sebagai Ketua Gugus Tugas bertindak sebagai orkestrator penyelenggaraan MTN. 

Langkah ini bertujuan untuk menjamin sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, mempererat kerja sama, sekaligus menjalankan fungsi pengendalian, pemantauan, serta evaluasi program.

“MTN diharapkan menjadi agenda kolaboratif nasional dengan sasaran, indikator, dan mekanisme pelaksanaan yang jelas. Keberhasilan MTN di ketiga bidang tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh mitra pembangunan,” ujarnya.

Rektor ISI Yogyakarta Irwandi turut menggarisbawahi urgensi orkestrasi kebijakan yang solid dan terpadu, serta pentingnya kemitraan bersama berbagai elemen, utamanya institusi perguruan tinggi. 

“Peran pendidikan tinggi sangat penting dalam membangun ekosistem talenta nasional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Rektor Irwandi.

Kemeriahan rangkaian Talent Fest 2026 turut diisi dengan pementasan seni oleh mahasiswa ISI Yogyakarta yang menampilkan paduan suara, seni tari, karawitan, seni pedalangan, serta atraksi senam ritmik dari Federasi Gimnastik Indonesia Pengurus Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara kemudian dilanjutkan lewat Sesi Talenta Bicara yang menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif, seperti aktor sekaligus produser Muhammad Abe Baasyin, atlet para tenis meja Adyos Astan, serta Guru Besar Departemen Kimia Farmasi UGM Abdul Rohman.

Adyos tercatat sebagai peraih medali emas dan perak ASEAN Para Games 2022, medali perak dan perunggu ASEAN Para Games 2026, serta medali perunggu Asian Para Games 2022. 

Sementara itu, Abdul Rohman berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist pada tahun 2021 serta rentang 2023 hingga 2025. Ketiga narasumber tersebut memaparkan kisah perjalanan karier hingga mampu menembus kancah internasional.

Agenda berlanjut ke sesi gelar wicara bertajuk “Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” yang mempertemukan para pemangku kepentingan guna mengakselerasi pembinaan talenta berprestasi.

Sesi diskusi tersebut menghadirkan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edy Giri Rachman, Plt. Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga Usman Ali Mustofa, serta Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee of Indonesia Ukun Rukaendi.

Selain itu, diskusi ini juga melibatkan Dekan FMIPA UGM Kuwat Triyana yang namanya tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2025, bersama aktor dan produser Joned Suryatmoko.

Para pembicara sepakat menyoroti pentingnya sistem pembinaan yang terpadu, penguatan fasilitas pendukung, dukungan nyata dari pemerintah, dunia pendidikan, serta sektor industri demi mendongkrak daya saing prestasi talenta tanah air di panggung global.

Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus Yogyakarta ini diarahkan untuk mendekatkan inisiatif MTN langsung ke lingkungan kampus.

“Dengan adanya acara ini, kami berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin kuat dalam pembinaan dan pengembangan talenta,” ucapnya.

Terkini