AKR Corporindo Targetkan Proyek FSRU LNG JIIPE Rampung Semester II/2029

Selasa, 08 September 2026 | 05:14:31 WIB
PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA). (Foto: NET)

JAKARTA — PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menjadwalkan proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) selesai serta beroperasi pada paruh kedua tahun 2029. 

Kepala Hubungan Investor AKRA Ignatius Teguh Prayoga memaparkan bahwa proyek itu bakal menjadi bagian dari fasilitas terminal gas di area industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

"Guna menjaga ketersediaan pasokan gas, AKR melengkapi kawasan industri JIIPE dengan fasilitas gas terminal dengan kapasitas 4 juta ton per tahun yang akan dilengkapi oleh FSRU sebesar 170.000 meter kubik," kata Yoga dalam Public Expose Live, Selasa (8/9/2026).

Yoga menguraikan bahwa proyek tersebut telah melewati berbagai kemajuan antara lain meliputi kesepakatan pengembangan bersama BP Gas and Power Investment berbentuk joint development agreement pada 2024, lalu penandatanganan akta kerja sama usaha atau joint venture (JV) bersama BW FSRU VII, serta penandatanganan kontrak pembuatan kapal bersama HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. di Ulsan, Korea Selatan pada 2026.

"Kurang lebih investasinya sekitar US$400 juta sampai US$450 juta di JV level, dan juga kami expect untuk masuk commercial operation date (COD) di semester kedua 2029," ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama AKR Corporindo Tbk., Haryanto Adikoesoemo menerangkan bahwa perseroan bakal menyatukan seluruh kebutuhan penyewa mereka di area JIIPE, mencakup pasokan gas serta LNG yang kini tengah dibangun AKRA.

Seiring dengan langkah tersebut, kawasan industri JIIPE kian menyumbangkan performa keuangan konsolidasi perseroan. 

Penjualan serta penyewaan lahan di JIIPE terus melonjak dari 2015 hingga menyentuh kisaran 500 hektar pada paruh pertama 2026. Perolehan dari sektor utilitas turut menanjak pesat sampai mencapai sekitar Rp700 miliar pada 2025.

Seiring bersamaan dengan hal itu, sumbangsih area industri JIIPE terhadap pendapatan AKRA menanjak dari 4% pada paruh pertama 2025 menjadi 6% pada paruh kedua 2026. Kontribusi kawasan industri terhadap laba kotor perseroan pun melonjak dari 19% menjadi 26%.

"Status Kawasan Ekonomi Khusus juga memberikan berbagai fasilitas fiskal dan non-fiskal, dan seiring dengan bertambahnya tenant yang beroperasi, penggunaan utilitas dan aktivitas pelabuhan juga meningkat, sehingga ini menciptakan suatu hubungan bisnis dan pendapatan berulang bagi perseroan," ujar Haryanto.

Terkini

Mbappe Nilai Tahun Ini Waktu Tepat Raih Ballon d'Or

Selasa, 08 September 2026 | 06:19:32 WIB

Dembele Jawab Mbappe Soal Ballon d'Or 2026

Selasa, 08 September 2026 | 06:16:31 WIB

Tips Ampuh Jaga Hubungan Erat dengan Anak yang Sedang Merantau

Selasa, 08 September 2026 | 06:11:32 WIB

Real Madrid vs Inter Milan: Ujian Berat Nerazzurri di Bernabeu

Selasa, 08 September 2026 | 06:04:02 WIB