Astra Pertahankan Dividen 50% Meski Laba Turun

Kamis, 10 September 2026 | 04:20:31 WIB
PT Astra International Tbk. (ASII). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Astra International Tbk. (ASII) berencana mempertahankan kebijakan pembagian dividen yang stabil dengan rasio pembayaran sebesar 45% hingga 50% dari laba bersih berulang. 

Komitmen tersebut ditegaskan oleh pihak manajemen guna meredam kekhawatiran para pemegang saham menyusul penurunan laba bersih konsolidasian sebesar 19% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp12,5 triliun pada semester I/2026.

Presiden Direktur Astra International Rudi menyatakan bahwa alokasi arus kas untuk dividen tetap menjadi salah satu prioritas utama perseroan, seiring dengan pemenuhan belanja modal, program alokasi modal, hingga pembelian kembali (buyback) saham. 

“Kami akan konsisten untuk menjaga dividen yang berkelanjutan dengan payout ratio di kisaran 45% sampai 50%, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rudi dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Pada paruh pertama 2026, apabila tidak memperhitungkan pos non-recurring items seperti penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas serta penurunan nilai aset atau impairment senilai Rp2,4 triliun, underlying profit perseroan tercatat mencapai Rp14,9 triliun. 

Perolehan tersebut hanya mengalami koreksi sebesar 7% secara tahunan. Penurunan laba bersih berulang itu dipicu oleh melemahnya kontribusi sektor bisnis pertambangan dan alat berat di bawah PT United Tractors Tbk. (UNTR), yang disebabkan oleh suspensi operasional sementara pada tambang emas Martabe pada kuartal I/2026 serta pemangkasan kuota produksi batu bara nasional (RKAB).

Kendati profitabilitas pada semester pertama mengalami tekanan, Rudi merasa optimistis bahwa kinerja perseroan bakal mencatatkan perbaikan signifikan pada semester II/2026. Sinyal pemulihan tersebut sudah mulai tampak dari underlying profit kuartal II/2026 yang tumbuh 19% jika dibandingkan dengan kuartal I/2026 (quarter on quarter/QoQ). 

“Ada perbaikan tren sepanjang kuartal kedua dan momentum itu terjaga. Kami memperkirakan semester kedua akan lebih baik seiring beroperasinya kembali tambang Martabe serta peningkatan kuota produksi batu bara,” kata Rudi.

Dalam rangka memperkuat imbal hasil bagi para pemegang saham, perseroan juga mengeksekusi aksi buyback saham baru dengan menyiapkan alokasi dana sebesar Rp8 triliun untuk jangka waktu 12 bulan ke depan, yang sebelumnya telah mengantongi lampu hijau lewat persetujuan RUPSLB pada bulan Juli lalu.

Terkini