Kalbe Farma Targetkan Peningkatan Ekspor Redam Volatilitas Rupiah

Jumat, 11 September 2026 | 01:11:31 WIB
gedung Kalbe Farma [FOTO: NET].

JAKARTA – Emiten sektor kesehatan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mematok target agar kinerja ekspor perseroan yang telah mencetak pertumbuhan dobel digit mampu memberikan andil yang kian signifikan terhadap performa perusahaan di tengah dinamika volatilitas nilai tukar rupiah.

Direktur KLBF Kartika Setiabudy menuturkan bahwa saat ini porsi kontribusi pasar ekspor terhadap total pendapatan keseluruhan perseroan masih berkutat di kisaran angka 6%. Kendati demikian, semakin besar tingkat eksposur di kancah ekspor diandalkan dapat berfungsi sebagai instrumen pelindung nilai alami (natural hedging) saat rupiah bergejolak.

”Jadi memang untuk bisnis ekspor menjadi suatu target bagi kami untuk bisa meningkatkan kontribusi ekspor kami yang saat ini masih di bawah 10%. Secara jangka panjang, kami menginginkan adanya pertumbuhan yang lebih tinggi dari bisnis ekspor di atas pertumbuhan untuk pasar lokal,” katanya dalam Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).

Kartika mengungkapkan bahwa sepanjang dua tahun belakangan ini KLBF sejatinya sudah berhasil mengukir laju pertumbuhan ekspor hingga level dobel digit. Walaupun demikian, eskalasi sumbangsihnya terhadap total pendapatan konsolidasian masih tergolong minim.

Hingga kini, Kalbe telah melebarkan sayap pemasaran ekspornya ke lebih dari 40 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah (Arab), hingga Afrika. Sejumlah negara tetangga di lingkup Asia Tenggara pun turut menjadi destinasi utama pengiriman produk perseroan.

”Ke depan kami akan terus mendorong bagaimana kami bisa meningkatkan kontribusi ekspor dengan membawa produk-produk yang tepat untuk negara-negara tetangga. Harapannya ini menjadi suatu natural hedging yang akan membantu kami mengelola dampak dari volatilitas nilai tukar,” tegasnya.

Menilik pencapaian paruh pertama tahun ini, KLBF meraup kontribusi ekspor senilai Rp1,43 triliun dari total perolehan pendapatan perseroan yang menembus Rp19,47 triliun sepanjang semester I/2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,34% secara tahunan (year-on-year/YoY) apabila dikomparasikan dengan torehan Rp1,15 triliun pada rentang waktu yang setara tahun 2025.

Secara keseluruhan, total penjualan bersih KLBF tercatat berada di level Rp19,47 triliun selama kurun enam bulan pertama 2026. Realisasi ini merefleksikan adanya kenaikan sebesar 14,04% YoY jika disandingkan dengan perolehan Rp17,07 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Melihat rincian per segmen bisnis pada paruh pertama 2026, lini obat resep menyumbangkan total penjualan sebesar Rp5,30 triliun, segmen produk kesehatan meraup Rp2,70 triliun, lini nutrisi membukukan Rp4,26 triliun, serta segmen distribusi dan logistik menyetorkan angka sebesar Rp7,20 triliun.

Kendati sisi topline bertumbuh, lonjakan beban pokok penjualan KLBF turut membengkak 20,71% YoY menjadi Rp12,16 triliun per Juni 2026, naik dari posisi sebelumnya di angka Rp10,07 triliun pada periode yang sama 2025.

Tekanan kian terasa akibat membengkaknya pos beban penjualan menjadi Rp3,85 triliun pada rentang Januari—Juni 2026 dari sebelumnya Rp3,58 triliun pada periode yang sama tahun lalu, yang berujung pada penyusutan perolehan laba bersih perseroan.

Besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih Kalbe mengalami koreksi dari posisi Rp1,97 triliun pada kurun 6 bulan pertama 2025 menjadi Rp1,91 triliun pada penutupan semester I/2026.

Terkini