Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 14 September 2026

Senin, 14 September 2026 | 21:48:31 WIB
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal bergerak dinamis serta berpotensi tertekan pada sesi perdagangan hari ini, Senin (14/9/2026), di kisaran Rp17.610—Rp17.650 per dolar AS. Sementara untuk periode satu pekan mendatang, rupiah diperkirakan berada di rentang Rp17.500—Rp17.850 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi membeberkan bahwa laju rupiah dipengaruhi oleh gabungan sentimen, baik yang bersumber dari pasar luar negeri maupun domestik.

Mengenai faktor eksternal, ia menyoroti memanasnya kembali ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang dinilai menjadi bentrokan paling sengit selama beberapa bulan belakangan. 

Eskalasi ini memperlihatkan belum adanya tanda-tanda peredaman konflik yang kini menginjak bulan ketujuh. Situasi tersebut sekaligus mengganggu kelancaran pasokan minyak mentah di tingkat global.

”Kondisi ini mendorong para pedagang untuk memperhitungankan premi risiko yang jauh lebih tinggi dalam harga minyak mentah,” kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).

Rilisan data Trading Economics per 10 September 2026 menunjukkan harga minyak mentah jenis Brent bertengger di level US$107,63 per barel. Angka ini melonjak lagi seusai sempat berada di kisaran US$71,80 per barel pada Juli 2026.

Mengenai aspek domestik, Ibrahim mencermati harga minyak mentah internasional yang telah melampaui US$100 per barel. Perkembangan ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi daya tahan anggaran negara serta stabilitas ekonomi Indonesia, mengingat posisi negara sebagai pengimpor neto minyak.

Berdasarkan analisisnya, lonjakan harga minyak dunia yang melewati batas patokan APBN 2026 secara otomatis membengkakkan porsi anggaran untuk beban subsidi dan kompensasi BBM, sehingga memperbesar potensi defisit.

“Pemerintah dihadapkan pada dilema kebijakan fiskal dan moneter, ini yang membuat batu sandungan tersendiri. Anggaran fiskal jebol karena beban subsidi yang tidak rasional dan pemerintah mempertahankan subsidi BBM. Kalau menaikkan Harga BBM, akan memicu inflasi tinggi, menurunkan daya beli masyarakat, dan berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” katanya.

Di tengah gempuran sentimen tersebut, rupiah atas dolar AS sebelumnya ditutup melorot 0,36% menuju posisi Rp17.611 pada sesi perdagangan terdahulu. Penyusutan turut menimpa beberapa mata uang di Asia, seperti ringgit Malaysia yang tergerus 0,09%, rupee India 0,28%, serta peso Filipina 0,26%.

Di sisi lain, won Korea sanggup menguat 0,38%, dolar Singapura terangkat 0,02%, yuan China naik 0,03%, baht Thailand menguat 0,09%, dan yen Jepang bertambah 0,10%.

Mempertimbangkan pelbagai sentimen yang mengemuka, Ibrahim memproyeksikan rupiah pada perdagangan Senin (14/9/2026) bakal bergerak fluktuatif serta condong melemah pada rentang Rp17.610—Rp17.650. Lalu untuk jangka seminggu ke depan, nilai rupiah diprediksi berada pada kisaran Rp17.500—Rp17.850.

Pencatatan Pergerakan Berkala

09:06 WIB

Rupiah mengawali sesi dengan menguat tipis 0,02% atau 4 poin ke posisi Rp17.607 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS terpantau menanjak 0,07% menuju posisi 99,19.

10:56 WIB

Arah rupiah berbalik tertekan sebesar 0,22% atau 38 poin ke posisi Rp17.649 per dolar AS pada pukul 10.57 WIB. Di momen yang sama, indeks dolar AS tampak terangkat 0,21% menuju level 99,33.

12:23 WIB

Pada pukul 12.23 WIB, rupiah masih melanjutkan pelemahan sebesar 0,22% atau 39 poin ke level Rp17.650 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,23% ke posisi 99,35.

14:18 WIB

Pukul 14.18 WIB, tekanan terhadap rupiah kian berat dengan koreksi 0,30% atau 52 poin menuju level Rp17.663 per dolar AS. Pada waktu yang sama, indeks dolar AS terlihat menguat 0,31% ke rentang 99,43.

15:17 WIB

Rupiah akhirnya ditutup melemah 0,33% atau 58 poin ke posisi Rp17.669 per dolar AS pada pukul 15.05 WIB. Bersamaan dengan itu, indeks dolar AS menguat 0,42% menuju posisi 99,54.

Terkini