HARGA KOPI

Harga Kopi Gayo Melonjak Awal Tahun, Petani Aceh Dapat Manfaat Signifikan

Harga Kopi Gayo Melonjak Awal Tahun, Petani Aceh Dapat Manfaat Signifikan
Harga Kopi Gayo Melonjak Awal Tahun, Petani Aceh Dapat Manfaat Signifikan

JAKARTA - Awal tahun 2026 membawa kabar menggembirakan bagi petani kopi di Aceh Tengah dan Bener Meriah. 

Harga kopi Gayo yang sempat tertekan akibat bencana hidrometeorologi kini kembali naik signifikan, memberikan keuntungan ekonomi yang terasa nyata bagi para petani di dataran tinggi Gayo. 

Kenaikan ini tidak hanya berdampak pada harga kopi tingkat toke, tetapi juga memengaruhi gabah dan biji kopi hijau yang diperdagangkan di pasaran.

Tahun lalu, banjir bandang dan tanah longsor sempat memutus akses jalan sehingga distribusi kopi terganggu, bahkan harga sempat anjlok. Kini, setelah perbaikan infrastruktur dan stabilisasi akses, harga kopi kembali merangkak naik, menandai optimisme baru bagi masyarakat penghasil kopi di wilayah tersebut.

Harga Kopi Gayo di Aceh Tengah Terus Menguat

Berdasarkan data dari TribunGayo.com, harga kopi Gayo jenis gelondong (cherry) di Aceh Tengah berada di kisaran Rp 23.000 per bambu hingga Rp 27.000 per bambu. Kenaikan ini cukup signifikan dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp 22.000 per bambu, naik antara Rp 1.000 hingga Rp 5.000 per bambu.

Gabah kopi Gayo juga mengalami lonjakan harga, kini berada di angka Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Begitu pula biji kopi hijau (green been) yang saat ini dihargai Rp 135.000 hingga Rp 140.000 per kilogram, meningkat dari harga sebelumnya Rp 130.000 per kilogram.

Namun, harga biji kopi hijau dapat berbeda tergantung pada kadar air dan trase kopi. Misalnya, green been dengan kadar air 15% dijual lebih tinggi, mencapai Rp 142.000 hingga Rp 145.000 per kilogram.

Menurut Taqim, salah satu toke kopi di Kecamatan Pegasing, kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya hasil panen yang tersedia, sementara permintaan pasar masih tinggi. “Kopi sudah mulai habis, sedangkan kontrak pemain kopi masih ada, jadi dipacu di harga agar dapat barang,” ujarnya.

Bener Meriah Ikuti Tren Kenaikan Harga

Fenomena serupa terlihat di Kabupaten Bener Meriah. Seorang toke di Kecamatan Bandar, Iwan, membenarkan bahwa harga kopi Gayo kembali menyentuh level tertinggi. “Sekarang gelondong Rp 23.000 per bambu, sedangkan gabah sama seperti di Takengon, berkisar Rp 65.000 per kilonya,” jelasnya.

Untuk biji kopi hijau, menurut Iwan, harga antar daerah hampir sama, dengan perbedaan maksimum Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram. “Ya, samalah, sekitar Rp 130.000 per kilonya bahkan lebih,” tambahnya.

Dinamika harga ini memberikan angin segar bagi petani, terutama yang terdampak pascabencana. Para petani berharap harga tetap stabil pada level tinggi agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga mereka.

Rincian Harga Kopi Gayo Terbaru

Jenis Kopi GayoAceh TengahBener MeriahKeterangan
Gelondong (cherry)Rp 23.000-Rp 27.000 per bambuRp 23.000 per bambuNaik Rp 1.000-Rp 5.000 dari harga sebelumnya Rp 22.000
GabahRp 60.000-Rp 70.000 per kgRp 65.000 per kgKenaikan sekitar Rp 5.000 per kg
Biji kopi hijau (green been)Rp 135.000-Rp 140.000 per kgRp 130.000-Rp 133.000 per kgSebelumnya Rp 130.000 per kg, tergantung kadar air/trase
Green been (kadar air 15%)Rp 142.000-Rp 145.000 per kg-Harga lebih tinggi karena kadar air sesuai kategori DPS

Data ini diperoleh dari pedagang kopi di Kecamatan Pegasing dan Bandar, menyoroti tren kenaikan yang konsisten di kedua kabupaten penghasil kopi.

Faktor Kenaikan Harga Kopi Gayo

Kenaikan harga kopi Gayo dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, cuaca dan kondisi jalan yang sempat terganggu akibat banjir dan longsor kini mulai stabil, memungkinkan distribusi kembali normal.

Kedua, pasokan hasil panen yang menipis memicu kenaikan harga di tingkat pengepul. Taqim menekankan bahwa kontrak pasar yang masih berlangsung membuat harga dipacu untuk memenuhi permintaan yang tinggi.

Kondisi ini juga memberikan insentif bagi petani yang sempat terdampak bencana, karena mereka dapat menjual hasil panen meski jumlahnya terbatas namun dengan harga yang lebih tinggi.

Optimisme Petani dan Harapan Stabilitas Harga

Petani kopi di Bener Meriah menyambut baik kenaikan harga ini. Seorang petani bernama Dhea mengatakan, “Walaupun buahnya sudah tipis, tapi harganya mahal jadi satu kaleng kopi saja uangnya sudah berasa.”

Mereka berharap harga kopi tetap stabil di level tertinggi agar dapat meringankan beban hidup, terutama setelah menanggung kerugian akibat banjir dan tanah longsor tahun lalu. Kenaikan harga ini diharapkan juga dapat mendukung keberlanjutan produksi kopi Gayo yang terkenal di pasar nasional dan internasional.

Permintaan Pasar Masih Tinggi

Lonjakan harga tidak lepas dari tingginya permintaan pasar. Baik konsumen lokal maupun eksportir kopi Gayo terus mencari pasokan, terutama kopi dengan kualitas tinggi. Biji kopi hijau dengan kadar air optimal tetap menjadi primadona di pasar ekspor, yang turut mendorong harga naik.

Para toke dan petani menyadari bahwa kondisi pasar saat ini menguntungkan, namun mereka tetap berharap ada keseimbangan antara harga tinggi dan ketersediaan pasokan agar tidak menimbulkan ketidakstabilan di kemudian hari.

Awal 2026 menandai momentum yang positif bagi petani kopi Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kenaikan harga gelondong, gabah, dan biji kopi hijau memberikan keuntungan nyata sekaligus menjadi motivasi untuk menjaga kualitas produksi.

Stabilitas harga dan akses distribusi yang lancar diharapkan tetap terjaga agar pertanian kopi Gayo dapat terus menjadi penggerak ekonomi lokal dan mendukung kesejahteraan masyarakat penghasil kopi di dataran tinggi Gayo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index