JAKARTA - Porsche bersiap memasuki babak baru elektrifikasi dengan menghadirkan Cayenne versi listrik penuh yang dijadwalkan meluncur pada Pameran Otomotif Beijing April 2026.
Model ini menjadi penanda seriusnya pabrikan asal Jerman tersebut dalam menggabungkan performa ekstrem khas SUV sport dengan teknologi kendaraan listrik generasi terbaru. Cayenne Electric disebut akan tampil sebagai salah satu produk terkuat Porsche di era elektrifikasi, baik dari sisi tenaga, teknologi, maupun desain.
Informasi yang dilaporkan Carnewschina pada Senin waktu setempat menyebutkan bahwa Cayenne Electric Turbo Electric akan dibangun di atas arsitektur Premium Platform Electric (PPE).
Platform ini memungkinkan penggunaan motor ganda dan sistem kelistrikan bertegangan tinggi yang dirancang untuk menghadirkan tenaga besar sekaligus efisiensi daya yang optimal. Dari sisi posisi pasar, Cayenne Electric akan ditawarkan dalam dua varian, yakni Electric standar dan Turbo Electric berperforma tinggi.
Dua Varian dengan Karakter Berbeda
Cayenne Electric standar hadir dengan pengaturan motor ganda yang menghasilkan tenaga 408 tenaga kuda (300 kW). Angka tersebut dapat meningkat sementara menjadi 442 tenaga kuda (325 kW) ketika fitur launch control diaktifkan. Dengan konfigurasi tersebut, kendaraan mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 4,8 detik, serta mencatatkan kecepatan tertinggi hingga 230 km/jam.
Sementara itu, varian Turbo Electric disiapkan sebagai versi unggulan yang menawarkan performa jauh lebih agresif. Pada kondisi operasi standar, powertrain motor ganda menghasilkan tenaga 857 tenaga kuda (630 kW). Ketika launch control diaktifkan, daya melonjak signifikan hingga 1.156 tenaga kuda (850 kW) dengan torsi mencapai 1.500 Nm. Kombinasi ini memungkinkan akselerasi 0–100 km/jam ditempuh hanya dalam 2,5 detik, menempatkannya sejajar dengan supercar listrik dalam hal performa.
Kedua varian tersebut juga dibekali fitur “Push-to-Pass” yang memberikan tambahan tenaga sebesar 176 tenaga kuda (130 kW) selama 10 detik. Fitur ini dirancang untuk memberikan dorongan ekstra ketika dibutuhkan, misalnya saat menyalip atau berakselerasi cepat di lintasan lurus.
Teknologi Baterai dan Sistem Kelistrikan
Cayenne Electric menggunakan arsitektur listrik 800 volt yang menjadi standar pada model ini. Sistem tersebut dipadukan dengan paket baterai berkapasitas 113 kWh, dengan kapasitas terpakai sebesar 108 kWh. Konfigurasi ini diharapkan mampu mendukung jarak tempuh yang kompetitif sekaligus memungkinkan pengisian daya cepat, sesuai karakter kendaraan listrik performa tinggi.
Dari sisi pengendalian, Porsche membekali Cayenne Electric dengan sasis berteknologi tinggi. Sistem suspensi udara dual-chamber dan dual-valve disematkan untuk memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas. Selain itu, kendaraan dilengkapi torque vectoring serta limited-slip differential pada poros belakang guna meningkatkan traksi dan kestabilan saat bermanuver.
Kemudi roda belakang juga menjadi perlengkapan standar, membantu meningkatkan kelincahan di kecepatan rendah sekaligus menjaga stabilitas di kecepatan tinggi. Untuk varian performa tinggi, tersedia roda berukuran 22 inci dan sistem pengereman rem keramik karbon. Foto-foto yang beredar memperlihatkan bahwa varian trim lebih rendah kemungkinan menggunakan roda berdiameter lebih kecil serta sistem pengereman konvensional.
Dimensi dan Desain Eksterior Aerodinamis
Secara tampilan, Cayenne Electric menampilkan desain yang mengedepankan aerodinamika. Bagian depan terlihat tertutup dengan penutup kisi-kisi aktif di bumper bawah, berfungsi mengoptimalkan aliran udara. Proporsi bodinya juga mengalami perubahan dibandingkan versi mesin pembakaran internal.
Dimensi kendaraan bertambah dengan panjang 4.985 mm, lebar 1.980 mm, dan tinggi 1.674 mm. Jarak sumbu roda mencapai 3.023 mm, atau lebih panjang 130 mm dibandingkan model bermesin bensin saat ini. Perubahan ini memberikan ruang kabin yang lebih luas serta stabilitas yang lebih baik saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Bagian samping memperlihatkan gagang pintu tradisional, side skirt yang menonjol, serta garis-garis karakter tegas. Di bagian belakang, terdapat spoiler atap kecil, tulisan PORSCHE yang menyala di sepanjang bilah lampu belakang, serta elemen aerodinamis yang dapat ditarik sesuai kebutuhan.
Interior Digital dan Fitur Modern
Masuk ke dalam kabin, Cayenne Electric menghadirkan suasana futuristis yang mengedepankan layar digital. Kluster instrumen menggunakan panel OLED berukuran 14,25 inci, sementara layar sentuh tengah melengkung 12,25 inci diberi nama “Flow Display” oleh Porsche.
Setir sport tiga palang dengan pemilih mode berkendara hadir sebagai perlengkapan standar. Untuk menambah kesan modern, pelanggan dapat memilih tampilan head-up augmented reality berukuran 87 inci sebagai opsi, serta layar hiburan terpisah berukuran 14,9 inci untuk penumpang depan.
Kombinasi layar-layar tersebut menciptakan pengalaman berkendara yang sepenuhnya digital, sekaligus mempertahankan karakter sporty khas Porsche. Tata letak kabin dirancang agar pengemudi tetap fokus, sementara penumpang tetap memperoleh kenyamanan dan hiburan.
Langkah Strategis Porsche di Era Elektrifikasi
Peluncuran Cayenne Electric di Beijing pada April 2026 menunjukkan bahwa Porsche tidak hanya mengandalkan Taycan sebagai representasi mobil listriknya, tetapi juga membawa teknologi tersebut ke segmen SUV premium. Dengan tenaga hingga 1.156 hp pada varian tertinggi, Cayenne Electric menjadi bukti bahwa elektrifikasi tidak mengorbankan performa, bahkan mampu melampaui standar kendaraan konvensional.
Kehadiran dua varian memungkinkan Porsche menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda, mulai dari pengguna yang menginginkan SUV listrik bertenaga besar untuk penggunaan harian, hingga mereka yang mengincar performa ekstrem dalam balutan kendaraan ramah lingkungan.
Dengan platform PPE, arsitektur 800V, sistem sasis canggih, serta desain modern, Cayenne Electric diproyeksikan menjadi salah satu model kunci Porsche dalam strategi jangka panjang menuju elektrifikasi penuh. Debutnya di Pameran Otomotif Beijing akan menjadi momentum penting, sekaligus menegaskan posisi Porsche sebagai pemain utama di pasar SUV listrik performa tinggi.