PERTERNAKAN

Tips Mengelola Kandang Peternakan Skala Rumah Anti Bau Tak Sedap

Tips Mengelola Kandang Peternakan Skala Rumah Anti Bau Tak Sedap
Tips Mengelola Kandang Peternakan Skala Rumah Anti Bau Tak Sedap

JAKARTA - Peternakan skala rumah kini semakin diminati masyarakat sebagai cara mengembangkan sumber pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga. 

Namun, peternak rumahan sering menghadapi masalah klasik, yaitu bau tak sedap yang muncul dari kandang dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Selain bau, kerapian dan kebersihan kandang juga menjadi faktor penting yang berpengaruh langsung pada kesehatan ternak.

Bau yang muncul sebenarnya dapat dicegah jika pengelolaan kandang dilakukan dengan manajemen yang tepat. 

Sayangnya, banyak peternak rumahan masih belum menyadari hal ini dan menganggap masalah bau tidak bisa diatasi tanpa biaya besar. Padahal, dengan langkah sederhana dan biaya terjangkau, kandang yang rapi dan bebas bau bisa diwujudkan.

Inovasi Program GAYATRI sebagai Solusi Peternakan Rumahan

Salah satu contoh manajemen kandang efektif diterapkan melalui program GAYATRI (Gerakan Ayam Petelur Mandiri) yang digagas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro lewat APBD 2025. 

Program ini bertujuan membantu keluarga pra-sejahtera memulai usaha peternakan ayam petelur dengan memberikan bantuan kandang, pakan, dan ayam petelur sebanyak 54 ekor per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Nursalim, petani sekaligus penerima bantuan dari Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, berbagi pengalaman bagaimana kandang bertingkat yang didesain khusus agar kering dan mudah dibersihkan membantu menjaga kebersihan dan mengurangi bau. 

“Model kandangnya memang kandang bertingkat yang didesain kandang kering, jadi meski lahan terbatas tetap bisa memelihara ayam dengan nyaman,” ujarnya.

Penataan Kandang: Fondasi Peternakan Bebas Bau

Kunci utama dalam pengelolaan kandang yang rapi dan bebas bau dimulai dari penataan yang tepat. Lokasi kandang sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan jarak aman dari ruang utama rumah dan dapur agar bau tidak mengganggu aktivitas keluarga. 

Arah kandang menghadap sumber cahaya matahari juga dianjurkan untuk mengurangi kelembapan secara alami.

Bahan kandang berpengaruh besar terhadap kebersihan. Pilih bahan yang mudah dibersihkan dan tahan lama seperti bambu kering, kayu kuat, atau besi ringan.

Hindari lantai tanah langsung karena kelembapan yang tinggi dapat memicu bau dan pertumbuhan bakteri. Lantai dengan kemiringan sedikit lebih baik agar kotoran dan air mudah mengalir keluar.

Manajemen Kotoran: Rutin dan Ramah Lingkungan

Salah satu penyebab bau utama adalah penumpukan kotoran ternak yang jarang dibersihkan. Kotoran yang dibiarkan mengendap akan mengeluarkan bau amonia menyengat yang tidak hanya mengganggu manusia, tetapi juga berbahaya bagi ternak.

Nursalim menceritakan, “Kandang bertingkat memudahkan pembersihan karena kotoran jatuh ke bawah dan bisa langsung disapu setiap hari. Kalau tidak dibersihkan rutin, baunya memang sangat mengganggu.” Pembersihan dua kali sehari sangat dianjurkan agar kandang tetap bersih.

Selain sebagai langkah pengendalian bau, kotoran ternak yang dikelola dengan baik bisa diolah menjadi pupuk kompos. Pengolahan ini menghasilkan pupuk organik ramah lingkungan sekaligus mengurangi limbah yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap. Pemanfaatan kotoran sebagai kompos memberikan nilai tambah ekonomi bagi peternak skala rumah.

Sirkulasi Udara dan Pencahayaan: Rahasia Kandang Sehat

Ventilasi udara yang baik menjadi faktor penting dalam mencegah bau dan kelembapan berlebih di kandang. Kandang harus memiliki ventilasi yang cukup agar udara kotor keluar dan udara segar masuk dengan lancar. Sirkulasi udara alami jauh lebih efektif daripada menggunakan ruang tertutup yang menyebabkan kelembapan tinggi.

Selain itu, pencahayaan alami dari sinar matahari memiliki fungsi ganda sebagai desinfektan alami yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau. Kandang yang terang dan kering membuat ternak lebih sehat dan menjaga kondisi kandang tetap rapi serta nyaman untuk ternak.

Pemilihan Pakan: Mengurangi Bau dari Sumbernya

Bau kotoran tidak hanya berasal dari manajemen kandang, tapi juga sangat dipengaruhi oleh jenis pakan yang diberikan. Pakan berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan ternak menghasilkan kotoran dengan bau yang relatif ringan. Sebaliknya, pakan basi atau yang mengandung kadar air tinggi cenderung memperparah bau kotoran.

Nursalim menjelaskan bahwa pakan ayam yang mereka gunakan sebagian besar adalah bantuan dari pemerintah, biasanya berupa campuran jagung dan bekatul. “Kalau paket bantuan habis, kami harus membeli sendiri. Kadang-kadang kami juga menambahkan probiotik alami ke pakan agar bau bisa berkurang,” katanya.

Probiotik membantu proses fermentasi di pencernaan ternak sehingga kotoran yang dihasilkan lebih mudah terurai dan tidak terlalu menyengat. Cara ini cukup efektif untuk diterapkan dalam peternakan skala rumah dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

Kebersihan Peralatan dan Lingkungan Sekitar Kandang

Menjaga kebersihan peralatan seperti tempat makan dan minum ternak sangat penting untuk mencegah timbulnya bau dan penyakit. Pembersihan peralatan setidaknya sekali sehari harus menjadi rutinitas peternak.

Lingkungan sekitar kandang juga perlu diperhatikan agar tidak ada genangan air atau sampah yang bisa menjadi sumber bau dan tempat berkembangnya penyakit. Lingkungan yang bersih dan rapi mendukung terciptanya kandang yang nyaman dan bebas bau meski berada di lingkungan rumah.

Kunci Sukses Peternakan Rumahan Bersih dan Sehat

Peternakan skala rumah dapat menjadi usaha yang menguntungkan jika pengelolaan kandang dilakukan secara benar. Kunci utamanya adalah penataan kandang yang baik, manajemen kotoran yang rutin, ventilasi dan pencahayaan yang memadai, pemilihan pakan berkualitas, serta menjaga kebersihan peralatan dan lingkungan sekitar kandang.

Program GAYATRI di Bojonegoro menjadi contoh nyata bagaimana dukungan pemerintah dan penerapan manajemen kandang yang baik mampu mengatasi masalah bau tak sedap dan menjaga kerapian kandang. 

Dengan langkah-langkah sederhana dan biaya terjangkau, peternak rumahan bisa memelihara ternak dengan nyaman sekaligus menghasilkan produk yang berkualitas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index