JAKARTA - Garam selalu menjadi elemen penting di dapur. Hampir semua masakan terasa lebih nikmat dengan sedikit garam.
Tapi, pertanyaannya: apakah garam bisa kedaluwarsa? Sebagai bumbu, garam memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pengawet paling awal dan efektif. Sebelum kulkas ditemukan, garam dipakai untuk menjaga daging, ikan, sayuran, bahkan keju tetap aman dikonsumsi.
Meskipun sekarang kulkas sudah banyak digunakan, garam alias natrium klorida (NaCl) tetap digunakan dalam berbagai masakan, termasuk olahan manis. Kehadiran garam di dapur tidak hanya sebagai penyedap, tetapi juga sebagai elemen yang menjaga kualitas masakan.
Apakah Garam Bisa Kedaluwarsa?
Melansir dari Southern Living, garam tidak pernah benar-benar rusak. Mineral ini sangat stabil dan bukan tempat ideal bagi mikroba untuk berkembang. Dengan kata lain, garam tidak akan “basi” seperti bahan makanan lainnya.
Hanya saja, beberapa jenis garam tertentu mungkin kehilangan khasiat tambahan, menggumpal, atau berubah tekstur. Inti garam tetap utuh, tetapi rasa atau kemudahan penggunaannya bisa menurun seiring waktu.
1. Garam Kosher
Garam kosher populer di kalangan koki karena cepat larut dan fleksibel untuk berbagai hidangan gurih maupun manis. Namun, garam kosher hanya bisa bertahan sekitar lima tahun di dapur. Setelah itu, garam mungkin menggumpal terutama jika terpapar udara lembap.
2. Garam Meja
Garam meja menjadi populer sejak awal abad ke-20 untuk mengatasi kekurangan yodium. Teksturnya halus dan harganya terjangkau. Sama seperti garam kosher, garam meja memiliki masa simpan lima tahun, tetapi kandungan yodium bisa berkurang seiring waktu.
3. Garam Serpihan (Flake Salt)
Garam serpihan memiliki tekstur lembut dan berukuran besar. Biasanya dipakai sebagai finishing untuk menambah rasa asin dan kerenyahan pada kukis cokelat atau steak. Untuk mendapatkan rasa dan tekstur sempurna, penyimpanan garam serpihan maksimal tiga tahun. Lama penyimpanan dapat membuat garam menggumpal akibat kelembapan.
4. Garam Pink Himalaya
Garam pink Himalaya memiliki warna kemerahan dan dikenal kaya mineral. Rasa yang intens membuatnya istimewa. Masa simpan garam pink Himalaya sekitar tiga tahun, supaya rasa dan teksturnya tetap optimal.
5. Speciality Salt
Speciality salt adalah garam berkualitas tinggi yang digunakan di pengolahan daging asap. Ada juga speciality salt beraroma, misalnya untuk bumbu popcorn atau kentang goreng. Garam tidak bisa rusak, namun zat tambahan seperti yodium atau perasa bisa berkurang. Tekstur garam yang disimpan terlalu lama juga bisa berubah.
Tips Menyimpan Garam Agar Tetap Optimal
Simpan di wadah kedap udara untuk menghindari kelembapan.
Hindari kontak langsung dengan air, karena dapat membuat garam menggumpal.
Periksa label masa simpan pada garam yang dijual di pasaran, terutama garam yang diperkaya yodium atau perasa tambahan.
Pisahkan jenis garam agar tidak tercampur dan tetap menjaga rasa serta tekstur masing-masing.
Garam termasuk salah satu bahan yang tidak bisa benar-benar kedaluwarsa, tetapi tekstur dan beberapa khasiatnya bisa menurun seiring waktu.
Masa simpan tiap jenis garam berbeda, mulai dari tiga hingga lima tahun, tergantung jenis dan cara penyimpanan. Memahami karakteristik garam membantu kamu menjaga kualitas masakan dan tetap menikmati rasa yang maksimal.
Dengan tips penyimpanan yang tepat, garam tetap menjadi bumbu dapur yang aman, nikmat, dan multifungsi, meskipun disimpan dalam waktu lama.