Ilmiah

Bisnis Literasi Ilmiah UIN Ar-Raniry Perkuat Kapasitas Dosen ASN Baru

Bisnis Literasi Ilmiah UIN Ar-Raniry Perkuat Kapasitas Dosen ASN Baru
Bisnis Literasi Ilmiah UIN Ar-Raniry Perkuat Kapasitas Dosen ASN Baru

JAKARTA - Dunia akademik saat ini menuntut profesionalisme yang tidak hanya terbatas pada proses pengajaran di ruang kelas, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui riset. Menyadari hal tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengambil langkah strategis dengan memberikan pembekalan intensif bagi para pendidik mudanya. UIN Ar-Raniry Banda Aceh melatih 136 dosen aparatur sipil negara (ASN) yang baru dilantik melalui program pelatihan dan pendampingan penulisan karya ilmiah.

Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan kampus. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, pada 9–10 Februari 2026, di Banda Aceh. Melalui forum ini, para dosen baru didorong untuk memahami bahwa publikasi bukan sekadar gugur kewajiban, melainkan instrumen utama dalam membangun eksistensi intelektual. Kegiatan ini digelar untuk mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus, sekaligus menyelaraskan visi individu dosen dengan visi besar universitas menuju panggung internasional.

Publikasi Sebagai Kontribusi Nyata dan Reputasi Institusi

Dalam sambutannya, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, menekankan bahwa standar kualitas sebuah perguruan tinggi kini sangat bergantung pada sejauh mana riset-risetnya diakui secara global. Publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari kinerja dosen dan berdampak pada pengembangan karier akademik serta reputasi institusi. Hal ini menjadi krusial karena akreditasi dan pemeringkatan kampus sangat dipengaruhi oleh produktivitas riset para pengajarnya.

Bagi para dosen ASN baru, pelatihan ini menjadi pintu gerbang untuk memahami standar kompetensi yang diharapkan negara dan institusi. “Publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari kontribusi akademik dosen terhadap kemajuan kampus,” ujarnya saat membuka kegiatan. Ia menambahkan, peningkatan jumlah dan mutu publikasi dosen akan berpengaruh terhadap akreditasi, pemeringkatan, serta daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Menghadirkan Pakar Internasional untuk Strategi Penulisan

Guna memberikan dampak yang signifikan, universitas tidak tanggung-tanggung dalam menghadirkan narasumber. Pelatihan tersebut menghadirkan Prof Dr Irwan Abdullah yang merupakan Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada, pendiri IA Scholar Foundation, sekaligus reviewer dan editor jurnal internasional. Kehadiran pakar sekaliber beliau diharapkan mampu membedah kerumitan dalam menulis artikel yang layak tembus di jurnal bereputasi global.

Selain itu, hadir pula Prof Dr Mursyid Djawas MAg selaku Koordinator Pusat Pengembangan Jurnal (P2J) UIN Ar-Raniry yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Selama dua hari, peserta akan mendapatkan materi terkait kebijakan publikasi kampus, strategi menulis artikel pada jurnal internasional bereputasi, penyusunan metodologi penelitian, hingga teknis pengiriman naskah dan respons terhadap masukan reviewer. Kombinasi materi teoritis dan teknis ini dirancang agar para dosen ASN baru memiliki peta jalan yang jelas dalam menghasilkan karya ilmiah.

Korelasi Kinerja Dosen dengan Kemajuan Kampus Unggul

Visi UIN Ar-Raniry untuk menjadi pusat keunggulan bertaraf internasional memerlukan sokongan dari seluruh lini, terutama para dosen yang baru bergabung. Koordinator P2J UIN Ar-Raniry, Mursyid Djawas, mengatakan kontribusi dosen menjadi faktor kunci dalam mendorong perguruan tinggi menuju kampus unggul bertaraf internasional. Tanpa publikasi yang kuat, profil akademik sebuah universitas akan sulit bersaing di kancah global.

Mursyid menegaskan bahwa setiap karya yang dipublikasikan oleh dosen merupakan poin bagi universitas dalam berbagai sistem penilaian. “Kinerja dosen berpengaruh langsung terhadap reputasi kampus, termasuk dalam berbagai sistem pemeringkatan,” katanya. Dengan demikian, penguatan kapasitas penulisan ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mengangkat marwah institusi di tengah persaingan ketat perguruan tinggi saat ini.

Pendampingan Berkelanjutan Hingga Naskah Siap Terbit

Salah satu pembeda dari pelatihan ini adalah fokusnya pada hasil akhir, bukan sekadar seremoni pembukaan. Ketua Panitia, Anton Widyanto, menyebut pelatihan ini difokuskan bagi dosen ASN, baik PNS maupun PPPK, yang baru lulus seleksi. Fokus pada dosen baru ini bertujuan untuk menanamkan budaya meneliti sejak dini sehingga mereka terbiasa dengan ritme akademik yang produktif.

Harapan besar digantungkan pada keberlanjutan program ini. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada pendampingan hingga naskah siap terbit,” ujarnya. Selain sesi pemaparan materi, pihak rumah jurnal juga menyediakan layanan konsultasi individual serta penyusunan rencana aksi publikasi bagi setiap peserta. Layanan konsultasi ini menjadi krusial untuk memandu para dosen dalam melewati proses peer-review yang seringkali menjadi kendala utama dalam publikasi ilmiah.

Membangun Budaya Publikasi Sebagai Strategi Daya Saing

Di penghujung kegiatan, diharapkan 136 dosen ASN baru ini mampu menjadi motor penggerak bagi produktivitas karya ilmiah di fakultas masing-masing. UIN Ar-Raniry menargetkan penguatan budaya publikasi ilmiah sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu akademik dan daya saing institusi. Dengan demikian, universitas tidak hanya mencetak pengajar, tetapi juga peneliti-peneliti handal yang mampu memberikan solusi melalui tulisan-tulisan ilmiah mereka.

Peningkatan literasi publikasi ini pada akhirnya akan memberikan manfaat luas, baik bagi kenaikan pangkat dosen secara personal maupun bagi kemajuan ilmu pengetahuan secara umum. Di masa depan, UIN Ar-Raniry berharap publikasi dari para dosennya dapat menjadi referensi penting bagi akademisi lain di seluruh dunia, sekaligus memperkokoh identitas universitas sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan inovatif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index