Gas Bumi

BPH Migas Apresiasi Peran Operator Jaga Pasokan Gas Bumi Selama Lebaran

BPH Migas Apresiasi Peran Operator Jaga Pasokan Gas Bumi Selama Lebaran
BPH Migas Apresiasi Peran Operator Jaga Pasokan Gas Bumi Selama Lebaran

JAKARTA - Ketersediaan energi menjadi salah satu faktor krusial dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, terutama saat momen besar seperti Ramadhan dan Idul Fitri. 

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi selama periode tersebut, kepastian pasokan menjadi hal yang sangat dinantikan, baik oleh rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.

Perhatian terhadap stabilitas energi tidak hanya terbatas pada bahan bakar minyak, tetapi juga mencakup gas bumi yang kini semakin luas digunakan melalui jaringan gas (jargas). 

Dengan pemanfaatan yang terus berkembang, keandalan distribusi gas menjadi kunci agar masyarakat dapat beraktivitas tanpa gangguan selama masa perayaan.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyampaikan pasokan gas bumi aman dan andal sepanjang periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H/Lebaran 2026.

“Alhamdulillah, ketersediaan gas bumi aman, khususnya selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. InsyaAllah, keandalan penyaluran gas lebih terjamin karena menggunakan jaringan pipa,” ujar Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa.

Pemantauan Langsung di Lapangan

Untuk memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan yang ada, BPH Migas melakukan pemantauan langsung terhadap layanan jaringan gas bumi. Langkah ini penting untuk mengetahui secara nyata kondisi distribusi serta memastikan tidak ada kendala yang mengganggu masyarakat.

Baskara melakukan pemantauan langsung layanan jaringan gas bumi (jargas) di Lamongan, Jawa Timur.

Ia meninjau langsung operasional jargas dengan mengecek pelanggan rumah tangga dan usaha kecil di kawasan Lamongrejo dan Tumenggung Noto, Lamongan. Dari hasil pemantauan, pasokan gas bumi dalam kondisi aman tanpa kendala berarti.

Pemantauan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas layanan tetap terjaga, terutama saat kebutuhan energi meningkat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Serap Aspirasi Masyarakat

Selain melakukan pengecekan teknis, BPH Migas juga berupaya mendengar langsung aspirasi masyarakat sebagai pengguna layanan jargas. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan dan kendala di lapangan.

Agar program jargas semakin tepat sasaran dan memberi manfaat, BPH Migas juga mengunjungi masyarakat pengguna jargas, sekaligus mendengar aspirasi sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan jaringan gas bumi ke depan.

Melalui dialog langsung dengan masyarakat, pemerintah dapat merancang kebijakan yang lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Dukungan untuk UMKM dan Kemandirian Energi

Baskara menambahkan, pengembangan UMKM perlu menjadi perhatian bersama agar dapat terus berkembang dengan dukungan energi yang andal, murah, dan diproduksi dalam negeri.

“Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, untuk memperluas pemanfaatan jargas secara masif guna mengurangi ketergantungan pada impor LPG,” ucapnya.

Pemanfaatan jaringan gas bumi tidak hanya memberikan efisiensi biaya bagi pelaku usaha kecil, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai kemandirian energi nasional. Dengan memanfaatkan sumber energi dalam negeri, ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara bertahap.

Apresiasi untuk Petugas Energi

Dalam kesempatan tersebut, Baskara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap bertugas menjaga pasokan energi selama masa libur hari raya.

“Khususnya kepada Pertamina, PGN, Gagas, dan Pertagas, yang telah menjaga keandalan pasokan gas bumi sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kendala energi,” tuturnya.

Peran para petugas di sektor energi memang sangat vital, terutama saat periode libur panjang ketika kebutuhan energi meningkat namun aktivitas operasional tetap harus berjalan optimal.

Kesiapan Operator Jargas

Sementara itu, General Manager PGN Sales & Operation Region III Hedi Hedianto menyampaikan bahwa pengelolaan jargas di wilayahnya terus berkembang. Untuk menjaga keandalan selama RAFI 2026, PGN menyiagakan Tim Penanggulangan Kondisi Gangguan selama 24 jam penuh.

Langkah ini menunjukkan komitmen operator dalam menjaga kualitas layanan serta memastikan gangguan dapat ditangani dengan cepat dan efektif.

Hedi juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan operator dalam menjaga keberlanjutan layanan energi.

Ia menilai optimalisasi jargas sangat mendukung program kedaulatan energi nasional karena menggunakan gas bumi dari produksi dalam negeri.

Peran Strategis Jaringan Gas

Jaringan gas bumi memiliki peran strategis dalam sistem energi nasional. Selain lebih efisien, penggunaan jargas juga dinilai lebih aman dan stabil karena distribusinya melalui jaringan pipa yang terintegrasi.

Keunggulan ini menjadikan jargas sebagai salah satu solusi utama dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan dan wilayah yang telah terjangkau infrastruktur.

Dengan terus diperluasnya jaringan gas, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat energi yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.

Energi Andal untuk Masyarakat

Kepastian pasokan gas bumi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah dan kegiatan usaha.

Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang serta sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, sektor energi nasional diharapkan semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Keandalan pasokan energi bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga tentang bagaimana layanan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index