JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi bahwa para perwira muda TNI dan Polri yang sudah resmi dikukuhkan sekarang telah berstatus sebagai milik nusa serta bangsa, sehingga mengemban beban kewajiban demi berbakti kepada rakyat sekaligus mempertahankan kepentingan nasional.
Di dalam rangkaian pidatonya pada helatan Upacara Prasetya Perwira bertempat di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, Kepala Negara mengutarakan bahwa setiap perwira yang baru saja dilantik tersebut tidak lagi terikat sebagai kepunyaan pribadi ataupun sanak keluarga di rumah.
"Mulai hari ini, sesungguhnya saudara bukan lagi milik keluargamu lagi. Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara. Saudara adalah generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab berat untuk membela negara dan bangsa, meneruskan cita-cita pendiri bangsa," kata Prabowo.
Lebih lanjut, pemimpin tertinggi republik ini menuturkan bahwa barisan perwira tersebut bertindak sebagai estafet generasi penerus yang bakal menanggung kewajiban besar demi membela kedaulatan tanah air serta meneruskan visi luhur para founding fathers bangsa.
Presiden turut memberikan pengingat bahwa institusi TNI dan Polri pada hakikatnya adalah tentara serta polisi dari rakyat, sehingga setiap problema yang mendera masyarakat harus dirasakan pula sebagai tantangan bagi para perwira dalam menunaikan misi baktinya.
Menurut pandangannya, jajaran perwira baru ini pun telah mengikrarkan sumpah sakral yang menjadi janji suci di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, nusa, bangsa, serta seluruh elemen rakyat Indonesia.
Sehubungan dengan hal tersebut, Prabowo menyerukan agar para perwira senantiasa memegang erat janji sumpah yang terucap serta konsisten menunjukkan loyalitas kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Setialah kepada Pancasila Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Setialah kepada negara kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama, setialah kepada rakyat Indonesia. Jangan pernah ada kepentingan apapun yang lebih tinggi daripada kepentingan bangsa," tegasnya.
Di samping itu, Presiden menambahkan bahwa momen pengukuhan ini bukanlah sekadar seremonial formal ataupun garis finis dari jenjang pendidikan yang telah diselesaikan, melainkan justru menjadi titik awal dari lembaran pengabdian yang sesungguhnya kepada bangsa dan negara.
"Hari ini bukan sekadar upacara, hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah awal sebuah pengabdian kepada bangsa dan negara," ucap Presiden.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meresmikan pelantikan terhadap 1.177 taruna yang berasal dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian agar menjadi perwira remaja TNI serta Polri lewat helatan Upacara Prasetya Perwira di Istana Merdeka.
Rincian perwira yang dilantik tersebut mencakup sejumlah 512 personel dari unsur TNI Angkatan Darat, 229 personel dari unsur TNI Angkatan Laut, 154 personel dari unsur TNI Angkatan Udara, serta 282 personel dari jajaran Polri.
Dalam kesempatan yang sama pula, Kepala Negara turut berkenan menyematkan tanda pangkat kehormatan kepada empat taruna berprestasi peraih predikat Adhi Makayasa, yaitu Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer, Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dari Akademi Angkatan Laut, Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman dari Akademi Angkatan Udara, serta Harindra Arsandho Tegarbaja dari Akademi Kepolisian.